Desa Membangun Negeri
Minggu, 29 Nov 2020 11:48 WIB

” Ketua Araksi NTT minta polres Malaka, fokus dalam menangani masalah korupsi pengadaan Itik di malaka, bukan urus pencemaran nama baik”

Reporter :  Fabianus Bria - Kab. Malaka - NTT

” Ia menjelaskan bahwa, “saya sebagai” ketua Araksi punya wewenang untuk menduga terhadap siapapun yang berhubungan dengan kasus ini. dengan ketentuan untuk mengantisipasi korban yang berhubungan dengan masalah substansi yang sedang berkembang”, ujarnya

oleh karna itu”saya” selalu memakai asas praduga tak bersalah termasuk laporan saya “kepada” KPK di jakarta soal dugaan korupsi yang di lakukan oleh bupati malaka dan ketua DPRD kabupaten malaka.

“Ia meminta polres Malaka untuk serius mengusut tuntas masalah Itik, bukan justru mengejar saya dengan masalah dugaan pencemaran nama baik. sebab sudah terbukti Araksi telah bekerja keras untuk mengembalikan kerugian negara sebesar empat ratus enam puluh juta rupiah sudah di kembalikan kepada khas daerah kabupaten malaka dan juga 4 miliar lebih yang araksi persembahkan kepada rakyat malaka dan itu sudah disita sebagai barang bukti”, ujarnya.

dan hari ini, pengembalian dana atas kasus itik berdasarkan SP2HP dari pada polres Malaka kepada Araksi menjelaskan bahwa, dana sudah di kembalikan kepada khas daerah yakni bulan mei dan juni. maka berdasarkan laporan Araksi pada tanggal 11 maret 2020, baru ada sprindik untuk pemeriksaan kasus ini dan sesudah sprindik, maka baru ada pengembalian keuangan negara senilai empat ratus juta dari angka plafon 500 juta. dan artinya benar bahwa ada kerugian negara karna korupsi pada kasus itik, pungkas Alfred.

Halaman: 1 2 3 4

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas