Desa Membangun Negeri
Rabu, 5 Agu 2020 21:34 WIB

Kisah Dua Janda Satu Rumah Anak Pemulung Sampah, Ibu Penjual Kayu Bakar

Reporter :  Robert Perkasa - Kab. Manggarai Barat – NTT

MANGGARAI BARAT, metro7.co.id – Satu rumah dua keluarga. Nurbia (39) dan Nurgaya (36). Dua ibu janda beradik-kakak kandung. Suami masing-masing ibu janda itu telah meninggal dunia. Total 11 jiwa menghuni rumah panggung yang beratap sink. Tujuh orang penghuni rumah itu penyandang disabilitas (tuna netra) Ibu Nurbia dan ketiga anaknya. Ibu Nurgaya dan kedua anaknya tuna netra.

Pemulung Sampah

Adalah Diwan (14) dan Wildan (11) dua putra ibu Nurbia serta Hadirat (15) putra ibu Nurgaya menjadi tulang punggung kelurga menggantikan peran ayah mereka yang telah pergi selamanya. Ketiga bocah laki-laki itu masih duduk di bangku sekolah. Namun demi keluarga dan masa depannya, Diwan dan Wildan terpaksa jadi pemulung sampah dan penjual kayu bakar. Sementara Hadirat jadi buruh harian di berbagai proyek.

Foto : Ibu Nurbia (39) bersama kelima anaknya. (Robert / Metro7)

Minggu (2/8/2020) saya dan beberapa teman wartawan menyusuri kawasan selatan Kecamatan Komodo. Agenda terakhir dalam jejak petualang akhir pekan itu melacak jejak sampah kota Labuan Bajo yang didroping ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sekira 17 km jauhnya dari Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

CLOSE