Home / Covid-19 / Kota Lubuklinggau / Sumatera Selatan

Rabu, 8 Juli 2020 - 22:45 WIB

Kota Lubuklinggau Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid 19

Reporter : Ali Akbar Saukani - Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan - Dibaca : 202 kali

 

LUBUKLINGGAU, metro7.co.id – Pada Rabu (08/07/2020) Pemerintah Kota Lubuklinggau mendapat kunjungan daru Liaison Officer (LO) Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Republik Indonesia untuk wilayah Sumatera Selatan, Brigjen (Purn) Antoni Simamora bersama ketua perhimpunan pakar epidemologi Indonesia, dr. H Hisbah Ridwan, dan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Ferry Yanuar.

Adapun tujuan dari agenda tersebut yakni rapat penilaian dan evaluasi terkait situasi, kondisi kota Lubuklinggau menuju persiapan adaptasi kebiasaan baru New Normal.

Dalam kesempatan itu menjelaskan secara detail, upaya apa saja yang telah dilakukan pihaknya dalam penanganan Covid 19.

“Sejak awal munculnya covid-19 di wilayah Kota Lubuklinggau, bahwa untuk kasus konfirmasi di Lubuklinggau sendiri paling banyak berasal dari klaster dari rumah sakit,” ungkap H SN Prana Putra Sohe.

Dirinya menambahkan, langkah selanjutnya yang diambil dari meliburkan pelajar, work from home para ASN, penyemprotan menggunakan disinfektan alami, koordinasi yang baik tiga pilar kota Lubuklinggau.

“Hingga pembagian sembako yang mencapai 85 persen serta menyediakan rumah sehat silampari bagi para pasien konfirmasi,” papar orang nomor satu di Kota berslogankan Sebiduk Semare ini.

Sementara itu, Brigjen (Purn) Antoni Simamora memberikan apresiasi atas kerja keras Tim Gugus Tugas covid-19 Lubuklinggau.

“Ini luar biasa, dari 98 kasus konfirmasi, yang dikatakan pak Wali, 91 Orang telah dinyatakan sembuh, artinya tinggal 7 orang saka yang ada di tempat isolasi, patut diapresiasi,” terangnya.

Untuk diketahui Dari 14 indikator kesehatan masyarakat produktif dan aman covid-19 berbasis data, Kota Lubuklinggau sudah memenuhi 13 diantaranya, salag satunya yaktu tidak ada pasien konfirmasi positif Corona yang meninggal dunia. Sementara, 1 indikator yang masih belum tercapai adalah persentase komulatif kasus sembuh dari kasus positif. ***

Share :