Desa Membangun Negeri
Senin, 10 Agu 2020 11:20 WIB

Krisis Bahan Pokok Imbas Penutupan Perbatasan, Gubernur Kaltara Tanggapi Keluhan Masyarakat

Reporter :  Ismitullah

TANJUNG SELOR, metro7.co.id – Gubernur Kalimantan Utara menanggapi keluhan masyarakat pedalaman Kabupaten Malinau yang alami krisis kebutuhan pokok, imbas dari penutupan perbatasan Desa Long Midang Kecamatan Krayan dengan Serawak oleh Malaysia.

“Kami sudah berkirim surat resmi meminta agar Ketua Menteri Sabah membantu membuka perbatasan yang ditutup akibat COVID-19,” kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Senin.

Gubernur Kaltara merespon hal itu melalui surat Nomor; 510/1161/DPPK-UKM/GUB tanggal 17 Juli 2020, perihal permohonan membuka jalur masuk perbatasan Krayan Indonesia-Serawak, Malaysia.

“Via telpon, Ketua Menteri Serawak Datuk Patinggi Abang Johari Tun Openg pada prinsipnya siap mengakomodir salah satu poin surat gubernur, terkait permohonan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah perbatasan khususnya untuk Krayan, Kabupaten Nunukan,” katanya.

Intinya mereka meminta daftar barang yang kita butuhkan apa saja.

Usulan kebutuhan tersebut masih terus diramu beserta daftar kuantitasnya.

Ada tiga kebutuhan prioritas, yakni barang pokok sehari-hari, bahan bakar minyak (BBM), dan bahan bangunan.

“Kita mengajukan surat ini karena mengakomodir harapan masyarakat di Krayan yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok yang selama ini memang dari Serawak. Dan sejak beberapa waktu belakangan ini ditutup,” ujarnya.

Halaman: 1 2

 
CLOSE
block id 11401 site metro7.co.id1 - PC 800x220px 4x1_ Mob 414x400px 2x2