Desa Membangun Negeri
Kamis, 31 Des 2020 11:29 WIB

Kuras Uang Korban Hingga Ratusan Juta, Pelaku Berdalih Bisa Uruskan Sertifikat

Reporter :  Saerozim - Kab. Kendal, Jawa Tengah
Editor :  M Ali Nafiah Noor

Lebih lanjut, seiring berjalanannya waktu, S beberapa kali meminta sejumlah uang kepada korban, dengan alasan untuk biaya proses pendaratan dan splitsing.

“Proses yang di janjikan S tidak di lakukanya. Namun uang secara bertahap ia meminta uang untuk kepentingan itu hingga berjumlah Rp 422 juta,” ungkapnya AKBP Edwin lagi.

Guna meyakinkan korban, imbuh Kapolres, S menunjukkan sertifikat hasil pemecahan yang seolah-olah diterbitkan oleh BPN. Ternyata, setelah korban melakukan kroscek ke BPN, tidak ada sertifikat seperti yang dimaksud.

“Surat dan dokumen palsu itu teryata di buat oleh AM warga Kota Pekalongan,” tuturnya.

Atas kejadian itu, Uriyah dan suaminya pun langsung melaporkan ke Polres Batang. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, 20 lembar kwitansi pembayaran uang, 1 bendel rekening koran milik tersangka, 1 bendel sertifikat dan dokumen palsu. 1 buah printer, 1 buah layar monitor, 1 buah hardisk, 1 buah keybord, 1 buah mouse, 1 buah alat latminating, pisau pemotong, benang, stempel, kertas warna, buku rekening bank, kartu ATM dan 9 bendel sertifikat tanah palsu.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
block id 11401 site metro7.co.id1 - PC 800x220px 4x1_ Mob 414x400px 2x2
Lewat ke baris perkakas