Home / Covid-19 / Kota Banjarmasin

Minggu, 12 Juli 2020 - 13:18 WIB

Lagi, Pejuang Medis Banjarmasin Meninggal Terjangkit Covid-19 ⁣

Reporter : Nurul Hayati - Banjarmasin, Kalimantan Selatan - Dibaca : 106 kali


BANJARMASIN, metro7.co.id – Satu lagi pejuang kesehatan Kalimantan Selatan Gugur terjangkit covid-19. Akhmad Zaelani, seorang perawat sekaligus surveillance di Puskesmas Teluk Tiram, Banjarmasin Barat meninggal dunia, kemaren pukul 21.00 Wita.⁣



Wafatnya pria berusia 52 tahun itu menambah panjang daftar tenaga medis yang meninggal lantaran virus asal Wuhan, China itu.⁣

Dari catatan, sampai hari ini sudah tercatat 4 dokter dan 2 perawat di Banjarmasin yang meninggal karena virus yang menyerang sistem pernafasan tersebut.⁣

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan almarhum meninggal, setelah kurang lebih 9 hari menjalani perawatan di rumah sakit.⁣

“Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin selama 2 hari, setelah itu dipindahkan ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin sejak hari Minggu (5/7/2020),” katanya.⁣

Akhmad Zaelani diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (6/7/2020) berdasarkan hasil swab test. Dari rekam medis, kata Machli, tidak ditemukan adanya penyakit lain yang menyertai meninggalnya Zaelani.⁣

Semasa hidup, mendiang dikenal sebagai petugas medis yang gigih. “Sudah puluhan tahun beliau menjadi perawat, kami sangat kehilangan. Beliau memiliki dedikasi yang sangat tinggi. Kami doakan beliau semoga syahid dan menjadi penghuni surga,” katanya.⁣

Jenazah Zaelani pun kemudian disalatkan di halaman Instalasi pemulasaran jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Minggu (12/7/2020) pagi ini. Dengan diikuti oleh puluhan dokter, tenaga medis dan non medis, salat fardhu kipayah dipimpin langsung oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. ⁣

Ibnu menyatakan, untuk menghindari adanya tenaga medis yang gugur lagi, pihaknya akan terus melakukan upaya pemenuhan alat pelindung diri bagi para petugas.⁣

Ibnu menghimbau masyarakat, untuk tidak menyia-nyiakan pengorbanan para tenaga medis yang telah berjuang di garda depan.⁣

“Covid-19 ini nyata adanya, bukan konspirasi. Jadi tetaplah patuh pada protokol kesehatan, untuk sama2 memutus mata rantai penularannya,”⁣ tegasnya.

Ucapan duka juga disampaikan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang menyatakan turut berbelasungkawa. Disampaikan Terima kasih atas segala pengabdiannya, ikut berperang di garda depan menumpas Covid-19. “Insya Allah syahid,” ucapnya. ***

Share :