SAMBAS, metro7.co.id – Sekretaris Dinas Sosial PMD Kabupaten Sambas, Edi, M.Eng mengatakan tahun ini mereka terus berupaya untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Sambas.

Sehingga semakin banyak Desa Mandiri dan tidak ada lagi Desa Tertinggal di Kabupaten Sambas.

“Di Sambas saat ini memang masih ada satu desa sangat tertinggal di Kabupaten Sambas. Desa itu adalah Desa Tabuah Elok, Kecamatan Subah,” katanya, Senin (25/1/2021).

Hal itu dia sampaikan saat kegiatan sosialisasi Pengukuran Indeks Desa Membangun Tahun 2021, di Hotel Pantura Kabupaten Sambas.

Karenanya, mereka menargetkan di pemerintahan Bupati Atbah Romin Suhaili, Desa Tabuah Elok bisa meningkat menjadi desa berkembang.

“Itu memang catatan kami di bawah pemerintahan pak Atbah paling tidak bisa menaikkan jadi berkenan, makanya hari ini menguatkan internal dan mengundang beberapa stakeholder terkait agar bisa meningkatkan status Desa Tebuah Elok,” ujarnya,

Diungkapkan dia, memang banyak hal yang menyebabkan Desa itu di kategorikan tertinggal.

Salah satunya kata dia, karena lokasinya yang terpencil, dan juga masih ada beberapa indikator yang belum terpenuhi.

“Kita ketahui dari sisi lokasi memang terpencil, lalu beberapa indikator seperti ekonomi dan sosial. Jadi nanti kita evaluasi mana saja yang perlu di intervensi agar bisa meningkatkan status Desa Tabuah Elok menjadi berkembang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, nantinya status yang ada di IDM tersebut kemudian dijadikan basis data perencanaan baik ditingkat Desa, Kabupaten, Provinsi dan bahkan Pusat.

“Melalui intervensi program atau kegiatan pada skala sangat prioritas dan skala prioritas,” tuturnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Sambas kata dia, mereka akan terus upayakan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah Bumdes.

“Memang Bumdes ini jadi salah satu pilar agar desa ini bisa menjadi mandiri. Dengan membangun Bumdes, struktur Bumdes dan di skenario untuk bisa menghasilkan pendapatan asli Desa untuk bisa menutupi pembiayaan yang ada di desa, dan ini terus menerus kita upayakan, agar bisa menghasilkan pendapatan asli desanya masing-masing,” tutup Edi.****