SEKADAU, metro7.co.id – Dengan dilakukan nya pemukulan gong oleh Bupati Sekadau Aron dan Plh Asisten perekonomian dan pembangunan provinsi kalbar Fran Zero.

Gawai Dayak ke-Xl Kabupaten Sekadau resmi dimulai, di rumah Betang Youth Center Jalan Panglima Naga komplek pasar baru, Kamis (13/7).

Sebelum memasuki kawasan rumah betang youth center terlebih dulu di lakukan pancung buluh muda yang dilakukan bupati Sekadau sebagai tanda akan dimulainya acara gawai.

Ketua panitia Finsen dalam sambutannya mengatakan, tradisi budaya dan adat istiadat suku dayak di lestarikan melalui gawai dayak yang di laksanakan setiap tahun oleh masyarakat dayak di kampung-kampung.

“Hari ini kita telah berkumpul di rumah betang ini dalam rangka membuka gawai dayak, sebagai bentuk sujud syukur kita kepada jubata atas panen yang melimpah,” ucapnya.

Selain itu kata Finsen kegiatan ini juga menunjukkan seni, tradisi dan budaya yang dimiliki masyarakat dayak.

Ia juga mengatakan dayak memiliki ruang lingkup yang cukup luas untuk menunjukkan jati dirinya didalam masyarakat multi etnis dan multi kultur seperti masyarakat di Sekadau khususnya.

Ia juga memaparkan bahwasanya gawai ini di lakukan juga bertujuan untuk beberapa hal yakni, menggali, melestarikan, mengembangkan dan mencintai seni budaya daerah untuk memperkaya kebudayaan bangsa.

Kedua, mengaktualisasikan dan mengkreasikan seni budaya bangsa guna mempertinggi harkat dan martabat bangsa di era pradaban global.

Ketiga, mendukung dan mengimplementasikan serta mensukseskan program pemerintah di bidang pariwisata dan seni budaya sebagai sektor penggalakan kegiatan ekonomi bangsa.

“Terima kasih dukungan semua pihak, khususnya pemerintah daerah yang telah membantu dalam pendanaan, jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kami mohon maaf,” kata Finsen.

Sementara Bupati Sekadau Aron, dalam sambutannya mengatakan kegiatan gawai di laksanakan selain bentuk puji syukur kepada Tuhan, juga sebagai tempat ajang silaturahmi.

Bupati juga menyebutkan menjadi sebuah kebanggaan bagi kami dengan terselenggaranya kegiatan gawai dayak ini.

“Silahkan bagi masyarakat untuk berpesta, silakan minum tapi jangan minum secawan mabuk sekampung,” tutupnya.