BALIKPAPAN, Metro7.co.id – Di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Pertamina berhasil menuntaskan 9 milestone atau tonggak pencapaian besar pada megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Progres RDMP Balikpapan di akhir tahun 2021 pun tercatat berhasil melampaui target yang diproyeksikan 45,54 persen, tapi realisasinya sebesar 46,92 persen.

Capaian ini meliputi empat komponen utama yakni engineering, procurement, construction dan commissioning.

“Sebuah pencapaian yang lebih tinggi dari target forecast kami. Melihat progres pengembangan kilang on track, kami optimis proyek RDMP Balikpapan dapat on stream sesuai target di tahun 2024,” ungkap Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina saat meninjau langsung proyek RDMP Balikpapan, Sabtu (8/1).

Bersamaan dengan pelaksanaan RDMP Balikpapan, Pertamina juga melakukan ekspansi pembangunan terminal crude oil di Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Proyek ini meliputi jalur pipa lepas pantai (offshore) dan darat (onshore) sepanjang total 41 km dan dua tangki raksasa dengan total kapasitas 2.000.000 barrel yang akan menjadi komponen penunjang Terminal Lawe-Lawe.