Mantan Kepala Desa ini Sukses Kembangkan Tenun Ikat Motif Khas Malaka

Reporter : Fabianus Bria - Kab. Malaka - NTT - Dibaca : 195 kali

 

MALAKA, metro 7.co.id – Usaha mikro kecil dan menagah yang saat ini di gendang gendangkan oleh pemerintah pusat lewat kementrian koperasi usaha mikro kecil dan menegah, menuntut agar setiap masyarakat wajib bergerak dalam meningkatkan kesejahtaraan keluarga lewat usaha mikro kecil dan menegah lewat take line berdiri di atas kaki sendiri.

Hal itupun dilakukan mantan Kepala Desa Wesey dua periode, Maria Yohana Kosta dengan usaha tenun ikat motif Malaka.

Ketika di temui awak media di sela- sela aktifitas di rumah tenunnya, Sabtu ( 11/7/2020 ), ia menuturkan bahwa sejak ia purna tugas dari jabatan kades 10 tahun yang lalu, sudah berkomitmen bergelut di dunia usah kecil tenun ikat motif Malaka dengan konsep desain gambar burung garuda.

Diakuinya, dilihat dari peluang pasar untuk akses pemasaran memang produknya tersebut tidak gampang untuk dipasarkan. Namun, dengan adanya kebijakan pemerintah khususnya pemerintah daerah Pemprov Nusa Tenggara Timur tentang kewajiban ASN menggunakan kain tenun ikat tradisional, maka potensi peluang besar bisa diperoleh dari hasil usaha kecil tenun ikat motif Malaka.

“Bahan yang kita gunakan pun tidak sulit untuk didapat, karna untuk pembuatan tenun ikat motif malaka dengan desain gambar burung garuda cuma membutuhkan benang yang di jual di toko- toko tekstil,” katanya.

Ia berharap kepada generasi muda milinial Malaka supaya, dengan perkembangan teknologi digital yang semakin masif dapat di manfaatkan untuk menyalurkan usaha mikro, misal berupa tenun ikat motif Malaka.

“Sehingga dapat memberikan penghasilan untuk meningkatan taraf hidup rumah tangga kita,” ucapnya.

Yohana menambahkan bahwa untuk saat ini, para anak muda tidak lagi menunjukan rasa gengsi atau malu untuk melakukan usaha tenun ikat budaya Malaka, karna setiap usaha yang dilakukan pasti punya nilai ekonomis dan dapat memperkenalkan budaya tenun pada semua lapisan masyarakat.

“Bukan saja Kabupaten Malaka namun bisa dikancah propinsi dan nasional,” katanya.

Apa yang selama ini dihasilkannya lewat usaha kecil tenun, ia sudah mengembangkan dengan membentuk kelompok lewat pemberdayaan kepada ibu-ibu rumah tangga.

“Sehingga dari kerja sama dan kerja keras kita, sekarang ibu-ibu yang awalnya hanya menyibukan diri di dalam urusan rumah tangga, sekarang sudah bisa memperoleh penghasilan dari usaha tenun ikat motif Malaka bergambar burung garuda,” tutup dia. ***

Share :