Desa Membangun Negeri

Masih Pandemi, Kades Builara Malaka Minta Dana Desa tetap Difokuskan untuk BLT

Reporter : Fabianus Bria - Kab. Malaka - NTT - Dibaca : 22 kali

Foto : 105 KPM Desa Builara Tahap Satu Gelombang Ketiga Terima BLT DD. (Fabianus/Metro7)

Foto : 105 KPM Desa Builara Tahap Satu Gelombang Ketiga Terima BLT DD. (Fabianus/Metro7)

 

MALAKA, metro7.co.id – Pemerintah Desa Builara Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka, kembali menyalurkan bantuan langsung tunai kepada 105 KPM tahap satu gelombang ketiga yang dialokasikan melalui dana desa kepada masyarakat terampak pandemi covid-19.

Hal ini di sampaikan oleh Penjabat Kepala Desa builara, Yohanes Bria, ketika di wawancara oleh awak media di sela-sela penyaluran BLT DD, Jumat kemaren.

“Untuk penyaluran sisa dana 10 persen dari dana desa kali ini saya tegaskan merupakan fase terakhir dari tahap satu dana desa yang dialokasikan untuk BLT ditengah pandemi virus covid-19,” katanya.

Yohanes menjelaskan bahwa, sebelum pihaknya melakukan penyaluran BLT fase ketiga tahap satu hari ini, ia sudah sampaikan kepada KPM. Bahwa, untuk hari ini terima uang Rp 600 ribu untuk gelombang tiga tahap satu. Dan akan dilanjutkan lagi tiga bulan berikutnya, dengan nominal uang yang akan diterima 50 persen yakni Rp 300 ribu perbulan bagi KPM dan itu sudah diatur lewat kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga :
Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Kini Ibadah KMTM Korempa BNKP Jemaat Lawelu Resort 20 Digelar Kembali

“Kita didesa sudah lakukan perubahan AP-DES,” katanya.

Selain untuk alokasi dana bantuan langsung tunai, diungkapnya, sisa anggaran dimamfaatkan untuk pengadaan alat pelindung diri ( APD ) covid-19 seperti masker, henzaineteser serta sabun dan tempat penampungan air bersih serta anggaran makan minum bagi tim posko relawan covid-19.

Untuk pagu anggaran tahun 2020 dana desa yang difokuskan semata-mata untuk bantuan lansung tunai selain kegiatan fisik lainnya sehingga pemerintah desa melalui kepala desa perlu untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai alokasi dana desa.

Baca Juga :
Camat Mantewe Tekankan kepada Pendamping di Wilayahnya Agar Lebih Aktif dalam Bekerja

Diakhir penjelasannya kepada media, Yohanes juga memastikan ia sudah mewanti-wanti agar uang Rp 600 ribu yang hari ini diterima oleh 115 KPM, lewat bantuan dana desa sekiranya digunakan untuk menunjang daya beli kebutuhan dalam rumah tangga.

“Seperti belanja beras dan lauk pauk dan kebutuhan lainnya. Karna uang bansos ini negara kasih lewat kebijakan pemerintah, untuk membantu kita ditengah mewabahnya virus covid-19, sehingga harus benar-benar dimamfaatkan,” imbuhnya.

Ia juga berharap banyak kepada pemerintah pusat dan daerah, agar dana desa sebaiknya difokuskan saja pada BLT, agar semua kepala keluarga miskin yang ada di Builara dapat menerima dan merasakan mamfaat dari dana desa secara langsung. ***

Share :