oleh

Meski Kekeringan Petani Tetap Panen

MARABAHAN- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menyatakan, musim kemarau tahun ini tidak mempengaruhi hasil panen padi. Hal tersebut dapat dilihat dari persentasi daerah-daerah di Indonesia yang berhasil melaksanakan panen raya padi. 
”Memang kita sedang kekeringan, tetapi hampir 70 sampai 80 persen lahan pertanian padi yang ada di Indonesia berhasil melakukan panen,” ujarnya, saat memberikan keterangan kepada para wartawan dalam kegiatan Panen Raya di Desa Karang Buah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Senin (9/8), agar para petani padi bisa melakukan tanam padi setahun dua kali.
      
 Maka kepada Bupati Batola kalau bisa setelah melakukan panen, petaninya bisa langsung menanam kembali benih padinya. “Kami (kementerian) siap membantu para petani yang melakukan tanam kembali setelah panen dengan cara memberikan bantuan pompa air. karena DaerahBatola sangat berpotensi untuk melaksanakan tanam padi setahun 2 kali,” ungkapnya.        
Andi Amran Sulaiman  Juga menyerahkan bantuan dari kementerian pertanian untuk para petani di Kabupaten Batola berupa traktor roda 2 sebanyak 30 unit, yang diterima oleh perwakilan 5 kelompok tani. Kemudian Pompa air sebanyak 10 unit, benih padi rawa Inpara 2 sebanyak 10 ton, benih kedelai sebanyak 900 ton, perangkat Uji Tanah Rawa sebanyak 1 unit, perangkat uji pupuk sebanyak 1 unit, perangkat tanah sawah sebanyak 1 unit dan perangkat uji pupuk sebanyak 1 unit.
Buktinya, meski sudah memberikan bantuan puluhan unit traktor dan beberapa bantuan lainnya, pihak Kementeri Pertanian Republik Indonesia tetap berjanji akan kembali memberikan bantuan traktor dan pompa air untuk masyarakat petani.
“Saya akan kirimkan lagi bantuan berupa 50 unit traktor tangan dan 50 unit pompa untuk masyarakat petani di sini (Batola-red). Bantuan tersebut akan datang satu minggu lagi,” janji Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman.
Menangapi hal tersebut, Bupati Batola H Hasanuddin Murad mengatakan, di Kabupaten Batola kultur masyarakatnya adalah masyarakat sederhana. Sehingga, ketika mereka berhasil melakukan panen padi, hal tersebut dirasakan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sepanjang tahun.
“Sedangkan hambatan untuk melaksanakan langsung tanam setelah panen itu adalah factor budaya, dimana masyarakatnya cepat merasa puas hanya dengan 1 kali panen.
Karena kalau dihitung jumlah luasan lahan pertanian yang melaksanakan kegiatan tersebut sekitar 4000 hektar. Artiya, masih ada sekitar 3000 hektar lahan pertanian yang digarap masyarakat Batola yang hanya melakukan tanam setahun sekali. “Usaha untuk mengajak para petani kami melaksanakan tanam setahun dua kali itu sangat luar biasa dilakukan jajara Pemkab Batola,” katanya.
Menurut H Hasanuddin Murad, upaya untuk membantu masyarakat petani setiap tahun juga dilakukan jajaran Pemkab Batola, diantaranya seperti perbaikan infrastruktur pertanian seperti pembuatan jalan pertanian.
Tak hanya itu, program unggulan untuk mensejahterakan para petani di Bumi Ije Jela juga dilakukan jajaran Pemkab Batola, yaitu dengan memberikan kridet tanpa bungan kepada para petani. “Ini program unggulan kami. Seluruh Indonesia belum ada yang melaksanakan program ini. Program ini kami laksanakan sejak tahun 2008 lalu. Dan dana kredit yang sudah berhasil dikucurkan dari dana APBD sekitar Rp90 miliar,” kata Hasanuddin.
 Juga dikatakannya bahwa saat ini Kabupaten Batola sudah menjadi kabupaten yang menopang kebutuhan beras di Kalsel. Sedangkan untuk jumlah alat pertanian yang ada, bebernya lagi, saat ini Kabupaten Batola telah memiliki12 unit alat panen padi combain hasveter, 202 unit pompa air, dan beberapa alat pertanian lainnya (metro7/adv)