Desa Membangun Negeri
Jumat, 11 Sep 2020 17:51 WIB

Motor Disita Debt Collector, Orang Tua di Takalar Terpaksa Jadikan Anak Sebagai Jaminan

Reporter :  DBG Rasyid - Kota Makasar, Sulawesi Selatan
Editor :  M Ali Nafiah Noor

PATTALLASSANG, metro7.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang penarikan kendaraan oleh debt collector sementara waktu akibat dampak dari wabah virus corona covid-19.

Namun sangat disayangkan perlakuan debt collector PT Federal International Finance (FIF) yang menghadang Daeng Rapi (42) yang berboncengan dengan anaknya, Resa (14), di sekitar Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Menurut pengakuan Daeng Rapi, debt collector ingin menarik kendaraan yang dipakainya. Daeng Rapi menolak menyerahkan motor itu. Alasannya, motor tersebut bukan miliknya. Ia pun menawarkan KTP hingga STNK mobil yang dia punya sebagai jaminan. Namun, Debt Collector FIF menolak. 

Salah satu dari debt collector itu malah meminta anak Daeng Rapi sebagai jaminan. Daeng Rapi mengiyakan.

“Saya pergi meninggalkan tempat menuju Makassar, dan Resa anak saya dibawa pergi oleh debt collector FIF ke kantornya Di Mangalli kabupaten Gowa,” katanya.

Terpisah, Ramli, Karyawan PT FIF cabang Kabupaten Takalar saat ditemui di kantornya pun mengaku bingung. “Kenapa anaknya yang menjadi jaminan, inilah yang sama kami tanyakan ke teman kami,” ujarnya.

Halaman: 1 2

CLOSE