PANDEGLANG, metro7.co.id – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Patia, Pandeglang, Banten, kaget saat membeli jeruk dengan fasilitas tersebut. Berharap lebih murah, harga malah melunjak tinggi.

“Ini jeruknya dikasih satu kilo, tapi harganya mahal, paling kalau di pasar cuma Rp 14 ribu,” kata salah satu KPM tersebut, Kamis (4/11/2021).

Dia mengaku, harga yang ia dapat untuk satu kilogram jeruk pada Program Sembako tersebut sebesar Rp 24 ribu.

Selain itu, ia juga heran dengan jenis barang yang tersedia untuk program tersebut, hanya telur, jeruk, kacang hijau, dan beras.

“Untuk bulan ini, kami hanya dikasih empat jenis komoditas,” ujarnya.

Padahal menurutnya, kebutuhan masyarakat bukan hanya empat jenis itu.

“Katanya program ini sebagai upaya dari pemerintah untuk memberikan akses KPM terhadap bahan pokok dengan kandungan gizi, tapi kok begini kenyataannya,” ucapnya.

Hal ini mendapat sorotan dari aktivis Peleton Pemuda Aris Doris. Dia meminta Dinas Sosial Pandeglang melakukan evaluasi terhadap penyalur Program Sembako di Kecamatan Patia. “Sehingga masyarakat dapat menerima program tepat waktu dan tepat harga,” katanya.[]