Pungli Bansos Berbalut Balas Budi di Kabupaten Pandeglang

PANDEGLANG, Metro7.co.id – Segudang persoalan membayangi penyaluran bantuan Sosial (Bansos) untuk warga terdampak Covid-19, termasuk Penyaluran Program Bantuan Non Tunai (BPNT).

BPNT Komoditi yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kualitas dan kuantitasnya diduga tak maksimal, di sisi lain praktik pungutan liar (pungli) berbalut balas budi.

Bacaan Lainnya

WN (52) warga Kampung Jongor, Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi saat mintai keterangan di kediamannya mengatakan, Jika mau ngambil bantuan diharuskan membayar oleh oknum RT sebesar Rp30 ribu.

“Bayar itu dengan alasan sebagai biaya transport, karena bantuannya sudah dibantu untuk dibawakan,” ujarnya kepada Metro7, Jumat (14/1).

Satu paket bantuan sembako senilai Rp200 ribu, dipinta oleh oknum Rp30 ribu, disebut untuk jasa membantu mengambil bantuan sembako di salah satu Agen E Waroeng di Desa Sidamukti.

Terpisah, PLT Camat Kecamatan Sukaresmi (Ace) Selaku Tim kor Kecamatan menjelaskan kepada awak media, bahwa ia baru saja ke sana.

“Terkait kebenarannya, info ini insyaallah saya klarifikasi ke tempat, Kepala Desa dan Kasi Kesos, serta Sekmat,” tuturnya saat dihubungi Via WhatsApp.

Pos terkait