BANJARMASIN, metro7.co.id – PT Antang Gunung Meratus (AGM) memperkuat pasokan batubara dan ketahanan energi nasional dengan mengambil inisiatif mengirimkan sebanyak 500 ribu metrik ton (MT) batubara ke PLTU milik PT PLN.

Kebijakan tersebut diambil AGM sebagai tanggapan atas surat Dirjen Minerba Kementerian ESDM pada 6 Januari lalu.

“Bagi kami kepentingan negara adalah prioritas tertinggi,” jelas Widada, Direktur Utama PT AGM, melalui keterangan resmi, Jumat (21/1) di Jakarta.

AGM adalah pemegang kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Karena itu, AGM mengaku komit terhadap pemenuhan batubara di dalam negeri.

Pada 2021, AGM telah melakukan pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) hingga 39 persen dari total produksi batubara perusahaan. Jumlah tersebut jauh di atas batas minimal yang ditetapkan Kementerian ESDM; 25 persen dari produksi.

Widada menambahkan, untuk melakukan pengiriman batubara sebanyak 500 ribu MT ke PLN, PT AGM akan menggunakan jasa jalur hauling menuju pelabuhan dari PT Tapin Coal Terminal (TCT). Hal ini sejalan dengan penawaran dari PT TCT, yang disampaikan kepada Dirjen Minerba, di mana TCT memberikan harga khusus bagi pengiriman batubara ke PLN melalui pelabuhan mereka.