BREBES, metro7 co.id – 1180 Orang di Brebes terdeteksi terinfeksi penyakit HIV atau AIDS.

Jumlah tersebut disampaikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Brebes, Slamet Tohani saat menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual, di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Jumat (29/7).

Dalam keterangannya, KPA Brebes menyebut ada sekitar 1180 orang terdeteksi terkena HIV/AIDS sejak tahun 2006 hingga tahun 2022.

“Dari data yang kami miliki sementara ini, Kabupaten Brebes ada sekitar 1180 orang terdeteksi kena virus HIV/AIDS sejak tahun 2006 hingga sekarang,” bebernya.

“Itu menyebar di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, namun dari 17 Kecamatan, tertinggi di Kecamatan Brebes, menyusul Losari dan Bulakamba,” tambahnya.

Ia berharap, dengan sosialiasi tersebut dapat memberikan edukasi dan pencegahan terhadap penyakit itu.

“Acara sosialiasi ini dimaksud agar masyarakat memahami bahaya HIV/AIDS dan memahami cara pencegahanya dimana kami melibatkan pemerintah desa untuk membantu membentuk tim peduli warga,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Bulusari, Asef Trirosanto menyambut baik program KPA Brebes, menurutnya penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat guna pencegahan.

“Kami apresiasi KPA Brebes yang terus mengedukasi masyarakat tentang HIV/AIDS, ini penting dilakukan karena jangan sampai grafik jumlah penderita semakin naik. Untuk itu sebagai bentuk dukungan, kami gerakan warga kami untuk masuk tim bagian warga peduli. Selain itu jika diperlukan, akan kami ajukan anggaran melalui anggaran desa,” ungkapnya.

Sedangkan, dijelaskan Bidan Widiya Guna Mulia sebagai narasumber sosialiasi menerangkan untuk mengenal penyakit tersebut disebutkan ada tiga cairan dalam penularanya.

“Cairan darah, air kelamin sama air susu ibu, tapi penularan penyakit ini bisa dicegah dengan memproteksi diri, terutama saat berhubungan badan yang sering gonta ganti pasangan. HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia, hingga tubuh menjadi rentang dan mudah sakit,” paparnya.

Bidan Widiya juga mengimbau agar membangun keluarga yang harmonis dengan membangun komunikasi yang baik antara suami, istri dan anak-anak, sehingga tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

‚ÄúSetialah dengan pasangan kita masing-masing dan bangunlah keluarga bahagia dengan anak-anak kita,” tutupnya.