SAMPANG, metro7.co.id – Disore hari masih menyinarkan teriknya saat puluhan warga Pesisir Pantai atau pun dari pelosok yang jauh dari bibir pantai Camplong Kabupaten Sampang pun bertaburan di pantai. Seolah tak menghiraukan kulitnya yang lebam terbakar, pria, wanita dan anak-anak mulai menyisir dasar laut yang berubah menjadi daratan lantaran airnya surut. Modalnya hanya sebuah ember dan pengungkit besi mirip obeng. Untuk melindungi tapak kaki dari tajamnya karang mereka mengenakan sandal maupun sepatu karet. Rabu (18/08/2021).

Masyarakat yang tinggal dipesisir pantai banyak cara untuk memanfatkan fenomina alam seperti surutnya air laut untuk melakukan aktivitas mencari kerang dan berbagai aktivitas lain yang bisa dilakukan pada saat itu, tidak hanya bagi orang tua, para remaja maupun anak-anak tidak akan tinggal diam jika kejadian alam itu sedang terjadi.

“Demi menjaga dan tidak merusak pantai, masyarakat bila mencari kerang banyak cara, tapi apa yang dilakukan masyarakat pesisir pantai Camplong Kabupaten Sampang yang unik yaitu Rek”kerek dapat kerang yaitu kulit kerang diadu atau digesek gesekkan sapai berbunyi rek”Kerrek barulah kerang bermuculan dan harus ada keahlian khusus untuk itu harus jeli dan teliti,” kata pencari kerang Nurul.

Nurul warga Dusun Gruggak Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang juga menyapaikan pada media Metro7.co.id disela sela fokus cari kerang sambil gesek gesekan kulit kerangnya menyimak hasil tangkapanya berupa kerang. “Ini mas mata kerangnya,” katanya sambil ditunjukkan tempat adanya kerang tersebut.

Diambillah kerang tersebut, begitu banyak hasil tangkapanya barulah kami naik kedarat sambil membawa hasilnya .

Sementara Ro yang juga pencari kerang asal pesisir Pantai Camplong Kabupaten Sampang, dimana ia kalau dapat satu timba kecil cuma dikomsusi untuk sendiri. “Kadang ada orang mesen dan aku carikan mas, ya waktu air surut dan musim kerang aja. Dibanding diam dirumah, apa lagi jaman seperti sekarang, kami lebih baik main kelaut di waktu surut,” imbuhnya. ***