PESAWARAN, metro7.co.id –  Para petani di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berupaya mengangkat perekonomian dengan membentuk kelompok tani mandiri untuk menanam bibit mangrove/bakau.

Ditemui di lokasi pembibitan mangrove, Rabu (24/2/2021), Untung (56), Ketua Kelompok Petani Mandiri Mangrove, mengatakan, budi daya tanaman mangrove di daerahnya sudah dimulai pada 2009.

“Syukur alhamdulillah usaha ini bisa menopang ekonomi kami walaupun dengan modal yang serba terbatas,” ucapnya.

Untung, juga menjelaskan, ada beberapa jenis tanaman mangrove yang telah ditanam oleh kelompok petani di desanya. Di antaranya adalah rizopora aviculata, rizopora stylosa, rizopora mucronata dan bruguera.

“Untuk jenis bruguera ini bisa dimanfaatkan untuk makanan. Bisa dibikin dodol,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidodadi, Tunggal Saputro, menuturkan, pertanian di desanya memang bukan persawahan atau perkebunan. Wilayah mereka adalah pesisir.

“Petani di tempat saya ini yang menanam mangrove rata-rata memang tinggal di pesisir,” ujarnya.

Tunggal menambahkan, berkat menanam mangrove, perekonomian masyarakat di desanya mengalami kemajuan.

“Untuk penjualan bibit mangrove ini bukan saja di wilayah Pesawaran ini, tapi juga di luar Pesawaran. Bahkan, sudah banyak juga pelanggan yang berasal dari luar Provinsi Lampung,” ungkap nya.

Menurut Tunggal, penanaman mangrove selain untuk memperbaiki perekonomian masyarakat pesisir juga untuk mengurangi resiko abrasi.

“Selain untuk menopang ekonomi keluarga, sekaligus juga turut mendukung program Pemerintah Pusat tentang pelestarian alam dan pencegahan abrasi laut,” katanya.[]