SULA, metro7.co.id – Sampah botol plastik yang kian rusaki pandangan masyarakat kota hingga pesisir, kini diubah menjadi gerbang istimewah sepanjang 50 meter di pantai Fatkayoun pada Festival Tanjung Waka (FTW) di Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara.

Sampah botol plastik bekas yang diubah menjadi gerbang istimewah itu salah satu cara Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kepulauan Sula (Kepsul) mengampanyekan sadar akan lingkungan dengan pemanfaatan limbah plastik pada instalasi kreatifitas anak negeri.

Hal itu diungkap oleh ketua Apdesi, Sirajudin Sangaji pada sabtu, (26/3) di akun story instagramnya.

Sirajudin menyampaikan, istimewahnya Fetival Tanjung Waka itu, salah satunya adalah dukungan dan persatuan seluruh Kepala Desa terhadap Event yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Sebanyak 78 Desa di Kepsul, juga terlibat dan berbondong-bondong membantu percepatan pelaksanaan kinerja panitia FTW untuk membuat terowongan yang dirancang menggunakan limbah sampah plastik yang tercecer di dalam kota maupun dipesisir pantai Waka,” ucapnya.

Bukan hanya itu saja, ia juga sampaikan, limbah sampah plastik yang dirancang sedemikian rupa adalah bentuk dalam mengampanyekan akan sadar lingkungan di Kepsul dan juga pemanfaatan dalam mengelola kreatifitas masyarakat pada instalasi Art Work.

Selai itu, kata Sirajudin, Limbah sampah plastik yang dikumpulkan sebanyak 2 ton itu adalah sampah kemasan berupa air mineral, bekas minuman kaleng bersoda, dan botol-botol bekas lainnya yang dikumpulkan sepanjang pesisir pantai di Kepulauan Sula.

“Sampah ini kami kumpulkan sebanyak 2 ton dan dibangung gerbang masuk yang begitu mewah menggunakan limbah sampah plastik¬†sepanjang 50 meter pada Festival Tanjung Waka,” tukasnya.