SULA, metro7.co.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang didampingi Sekertaris Daerah (Sekda), Muhlis Soamole bersama 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) fokus pada penekanan angka stunting di 2023.

Di awal 2023 ini, kata Muhlis Soamole, sudah 4 Kecamatan yang telah dilakukan rembuk stunting yaitu, Kecamatan Sulabesi Timur, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kecamatan Sulabesi Tengah, dan Kecamatan Sanana Utara.

“Rembuk stunting yang kita lakukan ini, akan ditindaklanjuti di tingkat Desa. Baik di Desa yang manjadi Lokasi Khusus (Lokus) stunting, maupun yang belum menjadi lokus stunting,” kata Muhlis Soamole, Kamis (16/2).

Ia bilang, soal Alokasi Dana Desa (ADD) 5 persen yang diperuntukan penekanan angka stunting di tingkat Desa, telah masuk dalam rembuk stunting dan Musyawarah Desa.

“Untuk pelaksanaan anggaran 2023, itu telah dilakanakan oleh masing-masing Desa di Kepulauan Sula,” ujarnya.

Selain itu, yang dilakukan penurunan angka stunting di Kepulauan Sula, Maluku Utara benar-benar maksimal.

“Karena sudah ada sinkronisasi program yang sudah dialokasikan di Desa-desa. Baik Desa yang menjadi Lokasi Khusus, dan belum menjadi lokus,” jelasnya.

Menurutnya, dalam upaya penekanan angka stunting, membutuhkan dukungan dari semua pihak. “Agar target di 2024, angka stunting sudah berada di 4 persen. Baik secara Nasional maupun di di Daerah Kepulauan Sula,” tuturnya.

Jika kedapatan, bagi Muhlis Soamole, Kepala Desa yang membandel soal anggaran untuk stunting, maka akan dievaluasi dan diberikan sanksi tegas.

“Itu peringatan buat seluruh Kepala Desa di Kepulauan Sula, biar tidak ada yang melanggar dan Fokus pada penekanan angka stunting,” tegasnya.

Untuk itu, Pemda Kepulauan Sula giat bekerja keras melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan seluruh pemangku kepentingan.

“Sehingga, dapat menekankan angka stunting serta generasi Kepulauan Sula dapat menjadi generasi emas dan berkualitas,” imbuhnya.

Satuan Tugas (Satgas) Stunting Maluku Utara, Jailan Sapsuha menilai, di 2023 ini, Pemerintah Daerah Kepulauan Sula sudah bekerja sangat maksimal.

“Saya sebagai Satgas Stunting yang bertugas di Kepulauan Sula mempunyai harapan, Pemerintah Daerah maupun OPD terkait terus bekerja sama dan di tingkatkan lagi, agar apa yang kita targetkan benar-benar tercapai,” tutupnya.

Adapun stakeholder penurunan angka stunting yang hadir sebagai fasilitator, diantaranya, Sekertaris Derah, Muhlis Soamole, Kadis PMD, Rahmat Silia, Kadis Ketahanan Pangan, Siti Hawa Marasabessy, Kadis Kesehatan, Suryati Abdullah dan Kadis PPKB, Marini Nur Ali.