Muscab DPC PPP Pandeglang Berujung ke Mapolda

PANDEGLANG, Metro7.co.id – Proses demokrasi yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pandeglang yang disinyalir penuh rekayasa politik.

Hal itu berujung Laporan Polisi (LP) atas dugaan tanda tangan palsu pada dokumen usungan susunan pengurus hasil Musyawarah Cabang (Muscab) partai berlambang ka’bah tersebut.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pengacara atau kuasa hukum dari tiga orang formatur Muscab DPC PPP Pandeglang, mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, bermaksud melaporkan oknum panitia penyelenggara Muscab yang patut diduga pelaku penandatanganan palsu dokumen usungan susunan pengurus harian DPC PPP Pandeglang, sekitar pukul 11.30 Wib, Selasa (11/1).

“Ya, hari ini agendanya melaporkan oknum panitia Muscab DPC PPP Pandeglang atas dugaan rekayasa dokumen dan penandatanganan palsu sejumlah tim formatur,” kata Hudi selaku Kuasa Hukum dari pelapor, kepada awak media di Halaman Mapolda Banten kemarin.

Sebagai Praktisi Hukum Hudi, menyesalkan adanya peristiwa dugaan Pidana di tubuh PPP yang nota bene merupakan Partai Islam.

“Seyogyanya sebagai Partai berlambang Kabah yang identik dengan Islam, proses demokrasi Muscab berjalan dengan baik sesuai konstitusi yang benar. Bukan malah sebaliknya menyelenggarakan Muscab dengan penuh rekayasa, tidak fair dan tidak adil,” ungkapnya.

Pos terkait