LABUAN BAJO, metro7.co.id – Momentum “Hari Lahir Pancasila” 1 Juni yang diperingati hari ini bertajuk “Pancasila Dalam Tindakan Bersatu Untuk Indonesia Tangguh”. Nilai–nilai luhur Pancasila harus kita hadirkan secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan Pemerintah. Nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.

 

Danlanal Labuan Bajo, Mayor Laut (KH) Budi Purwoto, S.T, M.T. menggelorakan hal ini ketika memimpin upacara memperingati Hari Lahir Pancasila” 1 Juni  yang berlangsung di lapangan apel Mapolres Manggarai Barat, Jalan Frans Lega No.15, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/6) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

 

Bertindak sebagai Komandan upacara, Kanit Regident Sat Lantas Polres Mabar, IPDA I Nyoman Budha Tenaya. Hadir dalam upacara ini jajaran TNI-Polri, unsur Forkopimda Kabupaten Mabar, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pejabat utama Polres Mabar.

 

Mayor Laut (KH) Budi Purwoto, S.T, M.T. menegaskan, peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini yang laksanakan di tengah pandemi Covid-19 menguji daya juang kita sebagai bangsa, menguji pengorbanan kita, menguji kedisiplinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

 

Menghadapi semua ujian tersebut, kata dia, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya. Menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan. Menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi. Memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi.

 

“Tidak henti–hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda–bedakan kelompok, ras, dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ajak Danlanal Labuan Bajo.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat, untuk terus memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan. Saling membantu, saling menolong, dan saling bergotong–royong serta selalu optimis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang.

 

Kekurangan dan kelemahan, tidak menghalangi kita untuk terus maju. Kekurangan dan kelemahan harus sama–sama kita perbaiki, harus kita jadikan sebagai momentum perubahan untuk memicu lompatan kemajuan agar kita menjadi bangsa yang kuat dan mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri.

 

Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan, situasi yang sulit masih akan kita hadapi. Situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu.

 

“Kita tidak sendirian. 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita, semua dalam kesulitan. Tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah berlomba–lomba untuk menjadi pemenang. Menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya. Sebagai bangsa yang besar, kita juga harus tampil sebagai pemenang. Kita harus optimis, kita harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan. Kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi Covid-19 ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan masa depan kita, kita wujudkan cita–cita luhur para pendiri bangsa,” tutup Mayor Laut (KH) Budi Purwoto.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan lr. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. (*)