LIMAPULUHKOTA, metro7.co.id – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Nuansa itu mengemuka saat mengingat kembali peristiwa heroik 73 tahun lalu di Titian Dalam, Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatra Barat.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Januari 1949, tatkala sembilan putra terbaik Luak Limo Puluah menjadi syuhada dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa Agresi Miliiter ke-2 Belanda, yang dimulai pada 1948.

Kesembilan pejuang, yakni Syarif MP, Engku Kayo Zakaria, Dirin, Nuin, Radian, Manus, Nyik Ali, Abas dan Mak Dirin, semuanya gugur ditembaki Belanda saat melakukan pengerusakan jembatan untuk menyabotase pergerakan pasukan Belanda ke Koto Tinggi yang bertujuan untuk melemahkan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Episode Agresi Militer ke-2 Belanda berlangsung dari 19 Desember 1948 sampai dengan 13 Juli 1949.

Dipimpin langsung Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo peringatan peristiwa mengenang kembali gugurnya sembilan kusuma bangsa dalam Upacara Tabur Bunga/Ziarah, di Titian Dalam, Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh berlangsung khidmat, Senin (10/1/2022).