ASAHAN, metro7.co.id – Dalam rangka menjaga stabilitas harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan sidak harga dan ketersediaan bahan Pokok.

Pemkab Asahan turun langsung ke pasar melalui Tim Satgas Ketahanan Pangan bersama Dinas Kopdagin, Dinas Kesehatan, Kabag Perekonomian, Danramil 06/Kisaran, Personil Polres, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Badan Urusan Logistik dan Badan Statistik Asahan.

Adapun Inspeksi Mendadak (Sidak) harga dan ketersediaan kebutuhan pokok kali ini di beberapa lokasi seperti Pasar Kartini, Pasar Inpres 2, Kilang Padi dan Gudang Bulog, Selasa (20/12).

Dari hasil pantauan Bupati Asahan yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian Mohammad Azmy Ismail dalam sidak tersebut diketahui bahwa hingga saat ini tidak ada lonjakan harga yang signifikan dari beberapa kebutuhan pokok yang dijual di pasaran.

“Beberapa bahan pokok masih dijual dengan harga yang relatif normal seperti harga daging ayam berkisar Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram dan daging sapi Rp130 ribu per kilogram,” bebernya.

Sementara untuk beras premium berkisar Rp13 ribu per kilogram, beras medium berkisar Rp11 ribu per kilogram, minyak goreng Rp17 ribu per liter, gula pasir berkisar Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram dan telur ayam Rp53 ribu per papan.

“Kemudian untuk bahan pokok lainnya juga masih relatif belum berubah seperti cabe merah dengan harga berkisar Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram, cabe kecil/rawit dengan harga Rp50 ribu per kilogram, bawang merah dengan harga Rp36 ribu per kilogram dan bawang putih Rp28 ribu per kilogram,” sambungnya.

Mohammad Azmy Ismail mengatakan, sidak yang dilakukan kali ini merupakan instruksi Bupati Asahan untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Nataru.

“Atas instruksi Bupati Asahan sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi kenaikan harga yang melonjak diluar batas khususnya menyambut Nataru yang tinggal sebentar lagi,” ujar Azmy.

Kata Azmy, dari hasil sidak ini diketahui bahwa kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas kewajaran dan tidak begitu signifikan.

“Selain harga cabe dan bawang yang mengalami sedikit kenaikan, harga beras dan minyak goreng juga mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan,” sebutnya lagi.

Terakhir Azmy menjelaskan bahwa dari hasil peninjauan di Gudang Bulog, ketersediaan bahan pokok masih aman.

“Dari peninjauan kita ke Gudang Bulog, ketersedian stok beras sebanyak saat ini ada 200 ton, stok gula 5 ton dan stok minyak goreng 17 ribu liter, dan relatif cukup hingga Nataru nanti,” ungkapnya.