oleh

Operasi Antik Intan Jerat Enam Tersangka

Tanjung — Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang dewasa ini sudah menjadi penyakit masyarakat yang merupakan kejahatan yang perlu diantisipasi dan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Guna menghadapi memberantas penyakit masyarakat tersebut, jajaran Polres Tabalong melaksanakan operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “ANTIK INTAN – 2013“.
Dalam rangka pencegahan, penanggulangan, pemberantasan dan penindakan segala bentuk kejahatan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang yang digelar selama 14 hari yang dimulai sejak tanggal 11 Pebruari 2013 dan berakhir tanggal 24 Pebruari 2013.
Kapolres Tabalong AKBP Didik Sudaryanto SH MH didampingi Kasat Narkoba AKP Grendius Martin menyatakan bahwa selama operasi digelar pihaknya berhasil mengungkap enam kasus, dengan rincian empat kasus ditangani Sat Resnarkoba Polres Tabalong, satu kasus ditangani Polsek Tanjung dan satu kasus ditangani Polsek Muara Harus.
Dalam operasi ANTIK INTAN ini pihaknya telah mengamankan enam orang tersangka. Yaitu NN (28) warga Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak, Gapoh (25) warga Desa Pangelak RT 01 Kecamatan Upau,  As’ad (35) warga Desa Ampukung Kecamatan Kelua, Iyur (37) warga Jalan Basuki Rahmat RT 12 Kelurahan Tanjung Kecamatan Tanjung, MLK (40) warga Desa Murung Kelanis Kecamatan Mangkatip Kabupaten Barsel Provinsi Kalteng dan DN (26) warga Desa Puain Kiwa RT 05 Kecamatan Tanjung.
Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah 9 paket sabu sabu seberat 35 gram, 1000 butir pil Dextro, 460 tablet Trihexyphenidil, 3 unit ranmor, 4 buah HP, 1 buah timbangan digital, seperangkat alat untuk menyabu, serta uang tunai sebesar Rp 12.536.000.
AKBP Didik Sudaryanto SH MH menegaskan bahwa masing-masing tersangka yang mana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkoba golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 112 dipidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun serta denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar.
Para tersangka dapat dijerat dengan pasal 196 UU No 36 Tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun dan denda paling bayak Rp 1 miliar.
 “Saya selaku Kapolres Tabalong dan segenap jajaran berusaha untuk senantiasa memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman terbaik kepada masyarakat. Kami Ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung penuh Polres Tabalong dalam menjaga Siskamtibmas dan juga saya juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang secara tidak langsung memberikan informasi-informasi kepada kami sehingga Polres Tabalong berhasil dalam operasi ini,” ucapnya seraya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak menggunakan narkoba ataupun obat-obatan terlarang dengan motto JAGA KESEHATAN ANDA dan NAMA BAIK KELUARGA !!! (Metro/Rel)