Oleh: Badal Imamuddin, SST.

Fungsional Ahli Muda di BPS Kabupaten Balangan

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh daerah di Indonesia membawa dampak yang besar kepada pola kehidupan masyarakat. Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga penerapan kebijakan kerja dari rumah (work from home) dan pembelajaran jarak jauh secara virtual untuk penduduk yang masih bersekolah. Tentu saja, penerapan berbagai kebijakan tersebut juga menyebabkan perubahan pada pola perilaku konsumsi masyarakat. Provinsi Kalimantan Selatan mengumumkan kasus COVID-19 pertamanya pada tanggal 22 Maret 2020. Sedangkan, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan sendiri mencatatkan lima puluh penduduk Kabupaten Balangan positif terjangkit COVID-19 pada minggu terakhir bulan April 2020. Pemerintah daerah Kabupaten Balangan pun mau tidak mau harus menerapkan kebijakan penanggulangan COVID-19 seperti yang disebutkan di atas.

Untuk melihat apakah terdapat perbedaan antara pola konsumsi masyarakat sebelum dan sesudah pandemi COVID-19 melanda Kabupaten Balangan, artikel ini membandingkan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 dan Susenas 2021 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret di masing-masing tahun. Data yang dikumpulkan oleh Susenas antara lain konsumsi makanan selama seminggu terakhir dan konsumsi barang-barang non makanan selama sebulan dan/atau setahun terakhir. Pemilihan referensi waktu ini dinilai cukup untuk merepresentasikan keadaan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19 melanda Kabupaten Balangan.