Panwaslu Desa di HST Depresi Akibat Kekerasan dari Atasannya

Reporter : Koran Metro7 - Dibaca : 449 kali

BARABAI – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) alami depresi akibat kekerasan dari atasannya.

Korban seorang wanita berinisial NL (30) beranak satu. Saat ini dia juga selaku Pendamping Bedah Rumah.

Cerita ini sesuai pernyataan suami korban, yang berinisial SY (29), dia ceritakan bahwa sekarang istrinya mengalami depresi atas kekerasan yang diperbuat oleh atasan istrinya tersebut.

“Sekarang dia dirumah alami depresi akibat kekerasan dari atasannya itu,” kata suami korban, SY saat dikonfirmasi Metro7.co.id, Jumat (12/6).

Ceritanya bermula, NL diajak atasannya menemui seseorang untuk bicarakan tentang pekerjaan yang berhubungan dengan bedah rumah, Selasa (2/6) malam.

Sesampainya di lokasi (sebuah hotel) yang berada di Tanjung, Kabupaten Tabalong. Atasannya mengatakan bahwa mereka terlambat sehingga pertemuan tersebut dibatalkan.

Jarak tempuh perjalanan yang jauh itu membuat atasannya ingin beristirahat, maka pelaku mengajak si korban untuk istirahat sejenak ke kamar.

Baca Juga :  Bocah Tenggelam Saat Orang Tuanya Berjualan

“Nah, dari sanalah kekerasan mulai terjadi,” jelas suami korban SY kepada awak media.

Sesampainya di kamar, NL merasa mual akibat perjalanan sebelumnya.

Selanjutnya, korban pergi ke toilet. Si pelaku mulai beraksi menghampiri korban dan meletakkan tangan di pundak NL.

NL menyadari ada hal yang salah dari tindakan atasannya dari awal hingga sekarang, maka ia cepat-cepat keluar dari toilet.

Setelah keluar, NL dihempaskan ke tempat tidur dan dicekik. Singkat cerita syukur korban bisa berontak dan cepat keluar kamar.

Suami korban, SY membeberkan bahwa mereka bingung melaporkan perkara ini kemana, sedangkan bukti belum kuat.

“Kekerasannya terjadi di kamar. Jadi, tak ada saksi yang melihat,” ungkap SY dalam kekecewaan.

Keluarga korban sudah menghubungi pihak hotel untuk melihat rekaman CCTV yang akan dijadikan bukti.

“Pihak hotel tak bisa berikan rekamannya karena belum ada surat laporan dari Kepolisian, dan dari pihak polisi tidak bisa menerima pengaduan itu karena masih kekurangan bukti,” tambah SY.

Baca Juga :  Warga Desa Linuh Dibantu Mobil Ambulan

Selain itu, akibat depresi tersebut, korban juga ajukan pengunduran diri dari Panwaslu Desa dan Pendamping Bedah Rumah.

“Surat pengundurannya masih diproses,” pungkas SY.

“Besok pagi kami berobat ke Psikiater (seorang dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa dan perilaku) untuk sembuhkan depresinya,” tutupnya.

DikonfirKapolsek Pandawan melalui Ps Paur Subbag Humas Aipda Husaini membenarkan bahwa ada datang suami istri yang mau konsultasi tentang masalah yang meraka hadapi, setelah mendengar dari cerita tersebut pihaknya mengarahkan untuk melapor ke Polres Tabalong.

“Karena kita Polisi harus menerima setiap laporan masyarakat dan akan kita pelajari apakah bisa dilanjutkan ke penyidikan atau tidak,” pungkasnya. ***

Reporter : Muhammad Yasin / Hulu Sungai Tengah – Kalimantan Selatan.

Share :