Desa Membangun Negeri
Kamis, 6 Mei 2021 18:52 WIB

Pasca Tambang Terintegrasi, Capaian Reklamasi Adaro 100% Lebih!!

Reporter :  Ismitullah
Editor :  Koran Metro7

PARINGIN, metro7.co.id – Sejuk pepohonan yang membentuk kanopi, menepis terik siang itu. Berpijak di area serupa hutan ini, mungkin tak pernah terbayang, jika dulunya merupakan area tambang.

Siang itu, Rabu (5/5/2021), kami kembali berkunjung untuk kesekian kali ke area bekas tambang pertama PT Adaro Indonesia di Paringin, Balangan. Wilayah yang secara perlahan menjadi pusat studi, sekaligus pengembangan demplot paska tambang Adaro.

Tantangan besar berupa pengelolaan void (kolam bekas lubang tambang) dengan pola kemiringan khas pengambilan batu bara Adaro, serta upaya pengembalian kesuburan tanah, kata Compliance and Reporting Section Head pada HSE Department Adaro, Dodik Choiron, merupa yang terberat.

Pasalnya, ujar Dodik posisi batubara Adaro yang miring membuat penanganan pada voidnya berbeda dengan tambang yang lain.

“Dan tentunya, tingkat keasaman tinggi tanah area tambang,” ujarnya.

Namun, tantangan itu lantas dijawab melalui serangkaian riset tanah, dan pemantauan intens terhadap bentukan ekologi yang perlahan sudah berlangsung.

Dalam laporan triwulan 1 2021 mengenai perkembangan demplot Terintegrasi kawasan paska tambang Adaro seluas 62 ha dengan 3 model pengembangan, darat, Danau, dan lahan basah.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas