Desa Membangun Negeri
Sabtu, 24 Okt 2020 12:25 WIB

Pelaku UMKM Desa Wederok Setor Uang untuk Dapat Bantuan

Reporter :  Fabianus Bria - Kab. Malaka - NTT

MALAKA, metro 7.co.id – Berdasarkan laporan pengaduan dan keluhan dari beberapa orang masyarakat calon penerima pelaku UMKM dari delapan dusun di Wederok Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka, ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan bendahara desa atas perintah kepala Desa Wederok.

Hal ini diungkapkan salah satu korban pungli, calon pelaku UMKM, Argadius Loasana, warga Dusun Bualaran Desa Wederok Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka, Jumat (23/10/2020).

“Kronologis pungli yang dilakukan oknum kepala desa melalui bendahara Desa Wederok kepada kami, khususnya saya dan istri saya dengan dalih mendapatkan bantuan UMKM Rp 2,4 juta per pelaku UMKM. Sehingga kami dipungut per calon pelaku UMKM dengan nominal yang bervariatif dengan asumsi bahwa bagi kami yang tidak memiliki rekening wajib menyetor uang Rp 100 ribu per calon pelaku UMKM. Sedangkan yang sudah memiliki rekening pun wajib menyetor uang Rp 50 ribu,” kata Arga.

Arga lebih lanjut menjelaskan, informasi mengenai bantuan UMKM ini sebenarnya dia tidak tau. Namun karena ada masyarakat di Dusun Bualaran yang mengarahkan dia dan istri untuk memasukan berkas persyaratan calon penerima pelaku usaha UMKM ke bendahara Desa Wederok, sehingga dia dan istrinya langsung datang ke rumah bendahara desa untuk memasukan berkas persyaaratan sebagai calon pelaku UMKM.

Halaman: 1 2 3 4

CLOSE
meritroyalbet güncel giriş -

holiganbet yeni adresi

-
betgaranti yeni adresi