Desa Membangun Negeri
Senin, 23 Nov 2020 20:57 WIB

Pembangunan Pura Agung Datu Magintir Desa Labuhan Didukung Berbagai Pihak

Reporter :  Muhammad Yasin - Kab.HST, Kalimantan Selatan
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

BARABAI, metro7.co.id – Keinginan warga untuk memiliki Pura tempat beribadah segera akan terwujud.

Pura tersebut terletak di Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Ketua Panitia Pembangunan Pura Agung Datu Magintir yang juga sebagai Kepala Adat Desa Labuhan, Suan mengatakan, ini adalah Pura Pertama umat Hindu di sana.

“Banyak sekali yang mendukung pembangunan Pura dari berbagai pihak, salah satunya dari Komandan Kodim 1002/Barabai,” ujarnya, Senin (23/12).

Bahkan, didalam Pura juga dibangun Kori Agung dengan menggunakan nama menurut Suku Dayak, yakni, Pandungkulan.

Padungkulan tersebut dibangun menggunakan Patung Balian (tokoh spiritual warga Dayak).

Penggunaan Patung Balian tersebut digunakan simbol penghormatan kepada ajaran peninggalan Leluhur Suku Dayak.

Pandungkulan, ucap Suan, adalah tempat yang sangat sakral untuk berserah diri, jiwa dan raga kepada Nining Bahatara/Sang Hyang Widhi dan Para Leluhur.

“Karena kita yakin bahwa semua kesalahan atau dosa yang dilakukan baik dari pemikiran, perkataan dan perbuatan,” bebernya.

Mendungkul dilakukan dengan cara menggenggam kedua tangan dengan lima jari tangkup. Jadi 10, 11 dengan mata hagi, 12 dengan ubun-ubun, 13 dengan panuturan. Posisi kedua tangan di atas ubun-ubun.

Halaman: 1 2 3 4

CLOSE
meritroyalbet güncel giriş -

holiganbet yeni adresi

-
betgaranti yeni adresi