Desa Membangun Negeri
Rabu, 16 Sep 2020 16:39 WIB

Pemerintah Genjot UMKM dan Petani Hidroponik di Manggarai Barat

Reporter :  Robert Perkasa - Kab. Manggarai Barat – NTT
Editor :  M Ali Nafiah Noor

MANGGARAIBARAT, metro7.co.id – Geliat pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut. Bersamaan dengan itu, sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga menjadi fokus perhatian pemerintah. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan gairah perekonomian masyarakat yang mengalami kelesuan akibat pandemi covid-19.

Kelompok usaha kuliner dan kelompok tani sayur organik adalah dua sentra perekonomian yang kini sedang digenjot pemerintah melalui sejumlah Kementerian terkait dan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF).

Hasil penelusuran metro7.co.id selama sepekan terakhir, setidaknya ada dua Kementerian yang kini sedang fokus melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan kelompok usaha kuliner di Labuan Bajo.

Kemenparekraf

Direktorat Industri Kreatif Fesyen, Desain dan Kuliner, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpatekraf) RI pada Kamis (10/9/2020) menggelar kegiatan Workshop Pelatihan dan pendampingan inkubasi kuliner untuk produsen makanan utama di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Sebanyak 40 peserta terdiri dari ibu-ibu pelaku UMKM di Labuan Bajo ikut dalam pelatihan tersebut. Tampil sebagai narasumber utama dalam kegiatan pelatihan ini dua Chef berpengalaman, Michael Whyag dan Nurhayati Alwi dari Pondok Flores.

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8