oleh

Pemkab Tapin Belajar ke Batola, Shering Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai

MARABAHAN – Jangan heran bila kini Kabupaten Batola mulai dilirik berbagai kalangan. Betapa tidak, selain memiliki potensi alam yang luar biasa, kabupaten bermotto Selidah ini juga memiliki beragam potensi sumber daya manusia, salah satunya, keberhasilan jajaran Pemkab Batola dalam menerapkan penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau.
Rombongan Pemkab Tapin yang dipimpin langsung oleh Assisten II Administrasi Umum Pemkab Tapin, Syaiful Bahri, datang ke Bumi Ije Jela dalam rangka kunjungan kerja (Kunker). Tentu saja kedatangan rombongan yang berjumlah sekitar 14 orang ini untuk mengetahui tata cara penggunaan peraturan tersebut.
“Kedatangan kami ke sini (Batola-red) untuk mengetahui pemanfaatan dana cukai rokok, jadi nantinya bisa sharing, barangkali ada informasi tentang hal tersebut,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya, di Aula Bahalap, Kantor Bupati Batola.
Kepala Bappeda Batola Ir Akhmad Kusnandar MSi mengatakan, kedatangan rombongan Pemkab Tapin untuk sharing tentang penggunaan dana cukai tembakau ini merupakan satu kehormatan bagi jajaran Pemkab Batola.
Untuk itu, lanjutnya dipersilakan bagi jajaran Pemkab Tapin untuk mencari dan mendapatkan informasi tersebut dari DPPKKA Kabupaten Batola dan Dinkes Batola yang juga hadir dalam acara tersebut.
Dijelaskan nya, penggunaan dana cukai tembakau di Kabupaten batola telah memasuki tahun ke dua. Dimana dalam tahun pertama penggunaan dana tersebut, Pemkab Batola berhasil mendapatkan kucuran dana sebesaar Rp. 5 miliar dari pemerintah pusat. “Pemanfaatannya di selaraskan dengan kebijakan daerah, terutama untuk bidang pendidikan dan kesehatan,” katanya.
 Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batola H Sugianor SKM M.Kes dalam paparannya mengatakan, Kabupaten Batola  berhasil mendapatkan kucuran dana bagi hasil cukai tembakau karena selain ada memiliki Perda tentang kawasan tanpa asap rokok juga terdapat fasilitas kesehatan bagi pasien akibat dampak asap rokok. “ Tahun lalu kita mendapatkan dana sebesar Rp. 5 miliar, sedangkan tahun ini mendapatkan dana sebesar Rp. 7 miliar,” terangnya. (humpro/batola/metro7)