Desa Membangun Negeri
Kamis, 14 Jan 2021 17:41 WIB

Pemuda Anti Korupsi Turun Aksi di Jalan, Berikut Tuntutan Mereka

Reporter :  Matius Matatias Gea - Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

SIANTAR, metro7.co.id – Korupsi dipandang bukan lagi sebuah kejahatan yang biasa, dalam perkembangannya, korupsi telah terjadi secara sistematis dan meluas. Menimbulkan efek kerugian negara dan dapat menyengsarakan rakyat. Karena itulah korupsi kini dianggap sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).

Terkait hal itu, Pemuda Anti Korupsi (PAK) menilai perang terhadap korupsi tidak semata-mata menjadi urusan penegakan hukum, tetapi usaha semua elemen masyarakat.

Hal ini disampaikan puluhan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Pemuda Anti Korupsi saat melakukan unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri Siantar, Kamis (14/1/2020).

Terkait hal itu, pengunjuk rasa mempertanyakan kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) permasalahan terhadap proyek pembangunan jembatan VIII STA 13. 441 Pematangsiantar yang dikerjakan oleh PT EPP pada tahun anggaran 2019. Adapun kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan adalah sebesar Rp 2,9 milyar.

“Dari informasi yang kami terima, ada oknum Kejaksaan yang terlibat didalamnya,” ucap Arfiani selaku kordinator aksi, Kamis (14/1/2020).

Menurut PAK, dari temuan BPK yang dimuat dalam buku laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah tahun anggaran 2019, dipaparkan bahwa pembangunan jembatan tersebut nilai kontraknya sebesar Rp14,4 miliar.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas