oleh

Pendidikan Inklusif Disosialisasikan , Minimal Setiap Kecamatan Ada SD dan SMP Inklusif

RANTAU – Para Kepala sekolah SD, SMP dan SMA di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin mendapatkan sosialisasi tentang pendidikan inklusif, Rabu (11/2/2015) di ruang Disdik Tapin.
 Pemateri sosialisasi itu, dari dosen Unlam, Imam Yuwono. Menurut Imam, sering orang menyamakan pendidikan inklusi dengan pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB), padahal berbeda.
 Pendidikan inklusif itu adalah sistem pendidikan sekolah yang menyesuaikan kebutuhan anak didik, jelas Imam. Salah satu pengertian pendidikan inklusif itu adalah paradigma pendidikan yang ditandai dengan adanya perubahan sistem sekolah menyesuaikan kondisi siswa.
Tujuan dari pendidikan inklusif itu untuk meraih pendidikan bermutu dan menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminasi, jelas Imam.
 Menurut Imam, pemerintah Propinsi Kalsel sangat konsen dalam pendidikan inklusif ini, salah satu bentuk konsen itu adanya kucuran dana bahkan payung hukum dalam bentuk peraturan gubernur juga sudah ada.
Imam berharap, minimal setiap kecamatan ada SD dan SMP inklusif. (metro7/fit)