Penyaluran BLT DD, Pemerintah Desa Diminta Utamakan Kepentingan Masyarakat

Reporter : Fabianus Bria - Kab. Malaka - NTT - Dibaca : 243 kali

 

MALAKA, metro 7.co.id – Bantuan lansung tunai (BLT) Dana desa, yang disalurkan kepada keluarga penerima mamfaat sejak mewabahnya pandemi virus covid-19, terus bergulir kepada masyarakat di seluruh pelosok tanah air.

Melalui Permendes No 6 Tahun 2020, menginstruksikan kepada setiap pemerintah desa, agar merealokasikan anggaran lewat dana desa, dalam bentuk bantuan langsung tunai untuk membantu masyarakat, dalam meningkatan daya beli masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga ditengah penyebaran pandemi virus covid-19, tak terkecuali yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Dimana BLT dari dana desa, telah disalurkan oleh pemerintah desa setempat kepada keluarga penerima manfaat, sejak pemerintah mengambil keputusan untuk merumahkan masyarakat ditengah pandemi  virus covid-19. Namun dalam perjalanan penyaluran BLTDD masih ditemukan banyak masalah, baik karena persoalan administrasi maupun karena persoalan teknis dilapangan.

Hal ini disampaikan oleh koordinator P3MD Kabupaten Malaka Absalom Baung ketika ditemui media diruang kerjanya, Senin kemaren.

Keterlambatan pemerintah desa dalam menyalurkan bantuan lansung tunai dana desa, disebabkan karena masalah data validasi penerima BlT DD tidak akurat,  yakni terdapat masyarakat yang mestinya layak menerima bantuan tetapi tidak di data,  sehingga harus menunggu pendataan ulang dan penetapan ulang oleh pemerintah desa.

Selain data, menurut Absalom Baung, bank penyalur BLT DD juga hanya satu bank yakni Bank NTT, yang mana persedian kas sangat terbatas, sehingga pihak pemerintah desa harus antrian dalam penarikan dana.

“Kemudian karena persoalan rangkap jabatan dan rangkap wilayah desa, sehingga ketersedian waktu tidak maksimal dengan keperluan lain,” katanya.

Ia menambahkan bahwa khusus untuk Kabupaten Malaka, ada 127 desa yang melakukan penyaluran BLTDD kepada keluarga penerima mamfaat, namun untuk gelombang kedua ini masih tersisa 6 desa dari 127 desa se- kabupaten Malaka.

Ke- 7 desa itu yakni, Desa Boen, Niti, dan Alala Kecamatan Rinhat, Kereana Kecamatan Botin Leobele, Babulu Selatan dan Seserai Masing Kecamatan Kobalima Timur dan juga Kecamatan Wewiku.

Ia berharap agar, pemerintah desa dan seluruh steak holder lebih serius lagi dalam mengurus dana desa untuk BLT bagi keluarga penerima manfaat ditengah situasi pandemi seperti ini, dan utamakan kepentingan masyarakat serta mengendepankan keadilan dan transparansi  penyaluran BLT DD. ***

Share :