oleh

Penyuluh Pertanian Bagi Ilmu TOGA ke PKK Desa Kandris

TAMIANG LAYANG – Penyuluh Pertanian kabupaten Barito Timur (Bartim) bersama tim penggerak PKK Desa Kandris kecamatan Benua Lima kabupaten Bartim menggelar sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan dengan komoditi tanaman rempah dan tanaman obat keluarga (TOGA) di aula balai pertemuan Desa Kandris, Kamis.

Selain memberikan pemahaman tentang manfaat Toga, kegiatan tersebut juga di isi dengan tanya jawab.

Penyuluh Pertanian Bartim Supriadi mengatakan, sedikitnya ada 36 masyarakat yang tergabung dalam KWT, Kelompok tani, Tim Penggerak PKK yang hadir nampak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Apabila anggota keluarga kita merasa sedikit sakit, tidak perlu buru-buru kepetugas kesehatan. Bisa diobati dengan tanaman obat keluarga yang ada di pekarangan rumah dan di kebun. Biayanya lebih murah dan mudah didapat,” ujarnya.

Dia memaparkan, mengenai beragam tanaman toga yang tersebar di sekitar. Misalnya, daun srikaya yang berguna untuk mengurangi ngilu dan daun jambu untuk mengobati diare serta daun katu untuk melancarkan produksi ASI .

Sementara itu, Marwah peserta yang berprofesi sebagai petani dan pedagang bertanya bagaimana caranya menghilangkan capek ngilu akibat terlalu lama bekerja di kebun menyadap karet.

Dan langsung dijawab oleh petugas Penyuluh Pertanian Supriadi “Ambillah lima daun skrikaya, rebus bersama dua gelas air, tunggu sampai kira-kira air rebusan itu menjadi 1 gelas, lalu diminum,” jawabnya.

Selain menjelaskan tentang manfaat tanaman toga, Supriadi juga memberikan contoh nyata beragam tanaman toga yang terdapat di sekitar Desa kandris.

Ia menunjukkan serai wangi, lengkuas, kunyit, rumput mutiara, gondola, rambusa, dan beberapa tanaman yang sebenarnya banyak manfaatnya.

Selanjutnya, Supriadi bersama tim PPL mendemonstrasikan cara pembuatan obat menggunakan akar ilalang dan serai wangi.

Dia mengambil 250 gram akar ilalang dan serai wangi, dicuci bersih, kemudian diblender dengan 200 ml air. Disaring dan diendapkan hingga air ilalang terpisah dari ampasnya. Setelah itu, rebus air ilalang dengan 250 gr gula pasir. Aduk hingga menjadi bubuk.

“Serbuk ilalang ini baik untuk tubuh, boleh diminum kapan saja asalkan sesuai dengan takarannya,” jelasnya saat mencontohkan cara meramu obat melalui Toga.(metro7/budi).