oleh

Perampokan dan Pelecehan Seksual Dalam Taxi

  • Korbannya Wanita Asal Kaltim
Banjarmasin – Perampokan disertai pelecehan seksual terhadap seorang wanita, saat berada dalam mobil taksi angkutan umum, terjadi di wilayah hukum Banjarmasin, Rabu siang (27/2).
Korban bernama Samiati (32), mengalami perampokan dan pelecehan seksual, saat berada dalam mobil colt jurusan Banjarmasin – Balangan – Tanjung, bernopol DA 1382 K.
Pelaku diketahui tiga orang yakni, M Supiyan (37), warga Jalan Veteran Gang Pada Suka RT 22 Banjarmasin Timur, selaku sopir, dan dua keneknya Johansyah (23), warga Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), serta Ramani (37), warga Jalan A Yani Km 4 Gang Hidayah Banjarmasin Timur.
Kasusnya kini ditangani pihak Polsekta Banjarmasin Selatan, yang menangkap ketiga pelaku saat melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 3,5 tepatnya di pembangunan {[Fly Over}} Banjarmasin Timur, sekitar pukul 10.30 WITA.
Terungkap kasus berawal dari laporan korban Samiati warga, Desa Uku Kecamatan Muara Kumang Kabupaten Pasir Kalimantan Timur (Kaltim).
Korban melapor ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan, dengan diantar seorang pengojek, usai berhasil kabur dari sergapan para pelaku.
Dipimpin Kanit Reskim Polsekta Banjarmasin Selatan, Iptu Nur Rochim SH, ketiga pelaku berhasil ditangkap, sebelum kabur ke luar kota.
Ironisnya, saat dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan, satu pelaku berupaya kabur dengan terjun dari mobil petugas.
Oleh petugas, upaya kabur dilakukan pelaku di kawasan Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin, digagalkan dengan dikeluarkannya empat kali tembakan peringatan ke udara.
Informasi diperoleh, perampokan dan pelecehan seksual dialami korban, terjadi saat dirinya berencana pulang ke Kota Samarinda, dengan jurusan awal daerah Tanjung Kabupaten Tabalong.
Korban seorang diri naik mobil dari Terminal Pal 6 Banjarmasin.Namun, selama satu jam, korban Samiati yang berada dalam mobil di ajak memutar di jalan raya dan menjadi korban perampokan.
Oleh Johansyah sebagai kenek, korban diancam dengan senjata tajam jenis pisau yang sudah dipersiapkan.
Setibanya di suatu tempat, pelaku meminta uang kepada korban untuk membeli shabu, yang akhirnya dikasih Samiati sebesar Rp150 ribu.
Korban sempat berupaya menghubungi pihak keluarga dengan pura pura pergi ke toilet.
Namun, upaya minta pertolongan itu tak bisa dilakukan karena terus diikuti Johansyah.
Tepat saat kembali masuk ke mobil, korban disuruh duduk di kursi belakang yang berdampingan dengan Johansyah, yang langsung mengucapkan kata cinta kepada Samiati serta mengajaknya untuk menikah.
Oleh korban ajakan itu dijawab kalau dirinya sudah punya suami hingga dalam perjalanan menuju ke terminal kembali, dirinya (Samiati-red) dipeluk dan hendak dicium oleh Johansyah.
“Saya sempat berontak agar Johansah tak mencium hingga akhirnya dimintai uang sebesar Rp10 ribu, guna menambah ongkos karena saat itu ada seorang ibu yang ikut naik dalam mobil,’’ kenang korban.
Ditambahkan, ibu penumpang baru itu tak mengetahui kalau Samiati korban penyekapan oleh ketiga pelaku.
“Saat ibu itu masuk bersama pelaku Ramani, yang dijemput di kios Icha, saya bisa bebas dengan langsung nekad keluar mobil dan kabur bersama tukang ojek,’’ ucap korban.
Sementara pengakuan pelaku Ramani, dirinya tak ikut dalam aksi tersebut, karena waktu kejadian diantar oleh kedua temannya itu, ke kawasan Kelayan depan kios Icha.
“Saya dijemput oleh kedua teman, usai membeli shabu dan korban saat itu masih berada di dalam mobil. Saya tak mengetahui apa yang dilakukan oleh kedua teman tersebut,’’ dalih Rahmani.
Kali Pertama
Sementara Kanit Reskim Iptu Nur Rochim SH, kepada [{wartawan}] membenarkan mengamankan ketiga pelaku bersama barang bukti, sebilah sajam milik Johansyah dan satu unit mobil taksi colt warna putih.
Sementara Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Suharyono, mengatakan, kasus perampokan dalam angkutan umum, kali pertama terjadi.
Pihaknya kini melakukan penyelidikan lebih lanjut, tersangkut sudah diamankan tiga pelaku.
“Masih dipemeriksa apakah para pelaku sudah berencana atau bukan dalam beraksi. Motif dari ketiga pelaku terhadap korban sendiri diduga ingin memiliki uang,’’ tuturnya. (Metro7/Aa)