oleh

Petani Sungai Rasau Panen Padi Unggul

MARABAHAN- Gagal panen di musim tanam 2013/2014, akibat serangan tungro, membawa hikmah bagi petani yang bermukim di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Cerbon. Akibat kegagalan itu membawa motivasi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bina Bersama ini untuk terpacu menanam padi di musim tanam 2014/2015 dengan padi unggul.
Hasilnya pun ternyata berbuah manis. Para petani yang terbagi dalam 9 kelompok tani itu pun berhasil melakukan panen dengan varietas Inpara 3. Panen perdana yang dilakukan langsung Bupati Batola H Hasanuddin Murad, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kasubid Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian Pertanian RI, Priyono, Kadistan TPH Provinsi Kalsel Fathurrahman beserta jajaran, Kepala BPS Provinsi Kalsel, Kadistan TPH Batola Zulkifli Yadi Noor, camat, kades, dan para mantri tani, dan seluruh lapisan masyarakat, belum lama tadi, ternyata memberi hasil cukup memuaskan.
Dari ubinan yang dilakukan ternyata panen di lahan KT Bina Tani seluas 17 hektar ini membawa hasil 5,9 ton per hekter. Hasil ini melampaui target yang ditetapkan yakni hanya 4 ton per hektar gabah kering panen (GKP) atau 2,1 ton per hektar GKG.
Kepala Dinas Pertanian TPH Batola Zulkifli Yadi Noor mengatakan, panen padi unggul di Sungai Rasau ini merupakan yang kedua bagi Batola musim tanam 2014/2015. Sementara bagi petani Sungai Rasau panen padi unggul ini justru yang pertama kalinya.
“Namun berkat tekad dan ketekunan hasilnya pun cukup membanggakan, walau pun tanam yang dilakukan dalam situasi cuaca kurang mendukung serta gencarnya serangan hama seperti burung dan tikus,”.
          Kadistan Batola itu menerangkan, panen kali ini pihaknya sengaja mengundang petani lainnya dengan maksud bisa menyaksikan langsung dan akhirnya terpacu menerapkan penanaman padi dua kali setahun.
Bupati Batola H Hasanuddin Murad menyambut baik upaya yang dilakukan para petani Desa Sungai Rasau dan sekitarnya. Ia mengharapkan penerapan tanam dua kali setahun ini diikuti para petani lainnya yang selama ini hanya menerapkan tanam sekali setahun.
Lebih-lebih saat ini pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten telah berkomitmen menciptakan swasembada beras di 2017, swasembada jagung 2015 dan swasembaga kadelai 2016, Walau pun bagi Hasanuddin Murad sesuai visi misinya serta potensi yang dimiliki daerah telah meletakkan komitmen tersebut semenjak ia mencalonkan diri sebagai bupati tahun 2007 silam.
Mantan anggota DPR RI itu optimis, Batola yang merupakan andalan Kalsel sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional mampu merealisasikan target produksi padi. Asalkan semua pihak, baik pusat, provinsi, kabupaten dan petani sama-sama memiliki komitmen dalam mewujudkannya. Apalagi saat ini Kementerian Pertanian dengan TNI telah melakukan kesepakatan dalam upaya mewujudkan realisasi swasembada yang diharapkan.
Kepada para petani Batola bupati mengimbau untuk benar-benar menekuni pertanian saat ini. Sebab pemerintah siap membantu segala kebutuhan pertanian mulai dari pupuk, obat-obatan pertanian, peralatan, saluran irigasi hingga jalan usaha tani.
Sementara bagi Batola sendiri, sebut Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel itu, juga siap memenuhi segala kebutuhan petani sepanjang permintaan dimaksud untuk kemajuan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Kalsel, Fathurrahman mengatakan, target produksi padi Kalsel tahun 2014 sebesar 2,184 juta ton per hektar GKP. Dan pada tahun 2015 target tersebut menjadi 2,45 juta ton per hektar atau dinaikan 18 persen.
Fathurahman menambahkan, ada 2 strategi dalam upaya mencapai target tersebut di antaranya dengan meningkatkan penggunaan lahan, serta meningkatkan hasil produksi pertanian.
Dalam upaya menunjang pencapaian tersebut, menurut Kadistan TPH Provinsi Kalsel itu, Batola mendapatkan perhatian dari APBN-P sekitar Rp40 untuk keperluan sarana prasarana termasuk peralatan dan obat-obatan pertanian. Karena itu ia menyarankan Batola agar mengajukan usulan terkait segala kebutuhan pertanian yang dibutuhkan. (jr/humpro/metro7)