Desa Membangun Negeri

Pinjam Motor Tak Kunjung Dikembalikan, Dua Pemuda di Tanah Bumbu Masuk Bui

Reporter : M Khairil Ansyari - Kab.Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan - Dibaca : 2.279 kali

 

BATULICIN, metro7.co.id – Dua orang tersangka kasus dugaan penggelapan kendaraan roda dua diamankan. THSB alias DD (26) dan ER (20) melancarkan aksinya pada Jum’at (5/6) sekitar pukul 12.00 Wita di sebuah perumahan mess divisi 1 mustika estate Desa Mustika Kecamatan Kuranji Kabupaten Tanah Bumbu.

Pelaku ditangkap oleh Unit Jatanras Polres Tanbu dan Unit Reskrim Polsek Kuranji serta di Backup oleh Jatanras Polres Kotim dan Polres Seruyan, Kamis (18/6) malam pukul 21.00 Wita di Hotel Rahmat Kotawaringin Timur (sampit). Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan dari korban yang tidak lain merupakan teman pelaku.

“Kami mendapatkan laporan dari korban, bahwa motor Suzuki Smash warna merah miliknya dipinjam oleh tersangka untuk keperluan mengambil uang di ATM Desa Girimulya. Setelah dipinjamkan, si pelaku ini tidak kunjung kembali,” kata Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki, Kamis (02/7/2020)

Atas laporan itu, aparat bergegas melakukan penyelidikan. Polisi pun berhasil meringkus tersangka dengan barang bukti motor tersebut.

Tersangka mengubah warna motor menggunakan cat semprot. Hal itu dilakukan agar dia bebas memakai saat berada di luar rumah. Namun akal bulus yang dilakukannya tetap tidak bisa mengelabui polisi.

“Jadi tersangka ini untuk mengelabui pihak kepolisian, dia mengubah warna cat motor. Jadi warna aslinya itu merah diubah oleh pelaku menjadi hitam,” jelas Kapolres

Polisi melakukan pengecekan nomor pelat kendaraan beserta nomor mesin dari Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan dapat memastikan bahwa motor tersebut milik korban.

Tersangka membawa kabur motor milik korban berjenis Suzuki Smash jenis FW 110. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 6.000.000 (enam juta rupiah).

“Saat ini pelaku sudah kami amankan, dan masih dilakukan penyelidikan mendalam,” pungkasnya.

Terkait kasus ini, tersangka akan dikenakan tindak pidana penggelapan kendaraan motor sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. ***

Share :