oleh

Program Pusat, Desa Ramania Dibantu Pengairan Sawah

TAMIANG LAYANG – Masyarakat Desa Ramania Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur mendapatkan proyek sumur bor dan dam parit untuk mengairi persawahan maupun untuk keperluan rumah tangga.

Hal itu di ungkapkan oleh Pj Kepala Desa Ramania Kardianto saat dibincangi, Sabtu (6/7).

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah melakukan program pembangunan didesanya, baik dari kementrian pertanian Pusat, Dinas Pertanian Bartim maupun Dinas PUPR Bartim.

Dengan adanya proyek tersebut tentu sangat membantu warga dalam pertanian dan mengantisipasi krisis air apabila musim kemarau dan juga dapat memotivasi Desa lainnya untuk melakukan hal yang sama.

“Desa Ramania memperoleh program dari Kementerian Pertanian pusat untuk pembangunan sarana pengairan sistem sumur bor, melalui program inovasi Desa ini kami optimis dan yakin akan berkembang, baik pertanian, hortikultura dan sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bartim Riza Rahmadi mengatakan, proyek yang tersedia di Kecamatan Petangkep Tutui tersebut adalah program dari Kementrian Pusat.

“Proyek tersebut ada 4 buah sumur bor dan Dam parit yang dibangun oleh Dinas PUPR kabupaten Bartim untuk mendukung persawahan seluas 60 hektar,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut sesuai kebutuhan petani dan berfokus mengembangkan swasembada pangan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menekan angka stunting, seperti yang diharapkan pemerintah pusat dan daerah.

“Kita kembangkan program ini, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan angka stunting yang ada di Kabupaten Bartim,” katanya

Dirinya menyebutkan proyek tersebut mampu mengairi persawahan seluas 60 hektar dan juga di manfaatkan warga desa kurang lebih 600 jiwa atau sekitar 164 Kartu Keluarga (KK).

“Sumur bor yang di bangun dapat bermanfaat untuk petani mengairi sawahnya sampai 60 hektar, dan juga dapat di gunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan air dimusim kemarau,” pungkasnya. (metro7/budi).