Desa Membangun Negeri
Jumat, 4 Des 2020 13:01 WIB

Provinsi Bengkulu Juga Punya Andil dalam Skandal Dugaan Kasus Izin Ekspor Lobster?

Reporter :  Roymon Domiko - Kota Bengkulu, Bengkulu
Editor :  M Ali Nafiah Noor

BENGKULU, metro7.co.id – Skandal dugaan kasus korupsi izin ekspor benur atau baby lobster kian ramai menjadi perbincangan warga +62. Kabar ini tak hanya ramai dibahas di kota-kota besar, namun juga menjadi tranding topik obrolan bapak-bapak di daerah kecil seperti di Provinsi Bengkulu. Ditambah lagi, beberapa hari ini santer disebut-sebut jika Provinsi Bengkulu punya andil dalam memasok benur kepada para importir.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Sri Hartati mengungkapkan, sebanyak tiga juta ekor benur asal Provinsi Bengkulu telah diekspor selama enam bulan terakhir. Benih lobster itu sebagian besar merupakan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Kaur dan sebagian lagi dikumpulkan dari nelayan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara dan beberapa kabupaten lainnya.

Namun, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu ini tak mengetahui ada berapa banyak perusahaan eksportir yang melakukan kegiatan usaha pengumpulan benur di Provinsi Bengkulu. Karena para perusahaan eksportir tidak melakukan pengurusan izin di pemerintah provinsi, melainkan langsung ke pemerintah kabupaten dimana benur itu dikumpulkan.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas