Desa Membangun Negeri
Minggu, 27 Sep 2020 19:59 WIB

Pupuk Bersubsidi Langka di Aceh Tenggara, Petani Mengeluh

Reporter :  M Yusuf - Kab.Aceh Tenggara, Aceh
Editor :  M Ali Nafiah Noor

ACEHTENGGARA, metro7.co.id – Pupuk Bersubsidi langka di Kabupaten Aceh Tenggara. Akibatnya, biaya produksi pertanian meningkat. Para petani pun menjerit.

Petani di Aceh Tenggara terpaksa harus membeli pupuk yang non subsidi. Harganya jauh lebih mahal dibandikan pupuk yang bersubsidi.

“Biasanya kalau membeli pupuk jenis pupuk urea yang bersubsidi dengan harga Rp. 2.800 per kg namun kini harus membeli pupuk yang non subsidi dengan harga Rp. 5000 per kg nya jauh lebih mahal,” kata salah satu petani jagung di Aceh Tenggara, Saprijal, Minggu (27/09/2020).

Ia pun meminta kepada Pemerintah Daerah Aceh Tenggara, khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tenggara, agar mengatasi kelangkaan pupuk Bersubsidi tersebut.

“Kelangkaan pupuk subsidi ini sejak dari bulan Mei hingga bulan September 2020 ini,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Saprijal, kelangkaan pupuk bersubsidi juga mengakibatkan para petani jagung di Aceh Tenggara harus mengeluarkan biaya yang lebih besar. Biasanya, produksi sebesar Rp 10 juta per hektarnya. Kini pengeluaran mencapai Rp 14 juta per hektar.

Halaman: 1 2

CLOSE