oleh

Raihan Opini WTP jadi Kado Awal Kepemimpinan Anang-Mawardi

TANJUNG – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau Unqualified Opinion dari BPK RI untuk kelima kalinya secara berturut-turut kembali dipertahankan Kabupaten Tabalong. Hal ini juga menjadi kado pertama diawal kepemimpinan Bupati H Anang Syakhfiani dan Wakil Bupati H Mawardi.

Bupati H Anang Syakhfiani berharap apa yang telah dicapai kali ini dapat dipertahankan di masa-masa yang akan datang.

“Saya juga berharap kerja keras dari jajaran SKPD terus kita tingkatkan,” kata Anang.

Sebagai informasi mengenai WTP adalah opini dari hasil audit yang akan diterbitkan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material. Hal itu berarti auditor meyakini berdasarkan bukti-bukti audit yang dikumpulkan menyatakan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah daerah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

Sebelumnya Bupati Anang turut mengakui bahwa pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah semakin hari semakin menantang.

“Kerja keras dari semua pihak dalam pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan perlu kiranya diapresiasi dengan setinggi-tingginya ” ucapnya

Anang Syakhfiani berkeyakinan bahwa opini WTP dari BPK RI bukan hanya sebagai prestasi melainkan menjadi sebuah kebutuhan Pemerintah Daerah. Dia juga mengisahkan pengalamannya ketika baru dilantik menjadi Bupati Tabalong pada periode pertama, dimana posisi pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong berstatus disclaimer.

”Tetapi berkat tim yang solid dan kemauan belajar ke kabupaten yang sudah WTP, Alhamdulillah dalam waktu yang tidak lama opini WTP juga bisa Tabalong raih” ujarnya lagi.

Tidak lupa juga diakuinya bahwa peran besar DPRD juga mempengaruhi dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah.

”Ini bukti nyata bahwa sinergi eksekutif dan legislatif di daerah akan melahirkan hasil yang positif” tambah Anang.

Sementara menurut rekam sejarah predikat opini yang diperoleh Tabalong, yakni pada tahun 2007 berpredikat Tidak Wajar, sedangkan 2008, 2009, 2010 berpredikat wajar dengan pengecualian (WDP), 2011 kembali Tidak Wajar, dan 2012 anjlok diperingkat bawah yakni Disclaimer, lalu 2013 kembali WDP dan diperiode pertama tahun kepemimpinan hingga awal periode kedua sebagai Bupati, Tabalong sudah mendapatkan WTP lima kali berturut-turut. (metro7/via)