Desa Membangun Negeri
Rabu, 2 Sep 2020 21:00 WIB

Rampas Tanah Adat, HIPMI Haltim-Jakarta Geruduk Kantor Mentri ESDM

Reporter :  Arjun Onga - Kab. Halmahera Timur, Maluku Utara
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

HALTIM, metro7.co.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Halmahera Timur Jakarta (Hipmi Haltim Jakarta) mengelar aksi demontrasi di depan Kementrian ESDM RI agar segera mencabut izin operasional PT. IWIP dan PT. WBN yang tengah beroperasi di wilayah Kecamatan Wasilei Selatan khususnya berada di Desa Ekor, Nusa Jaya, Ekor Rino dan Ino Jaya. Kabupaten Halmahera timur Provinsi Maluku utara.

Ketum Hipmin Haltim Jakarta, Arsyl Made Lessy kepada Metro7.co.id menuturkan, pada awal pengoperasian, pola konflik berkaitan dengan pembebasan lahan masyarakat yang masuk dalam kawasan pertambangan. Ironisnya juga prespektif perusahaan bahwa kontrak karya yang telah diberikan diatas tanah negara, sehingga tidak ada sangkut paut dengan hak masyarakat, meskipun terdapat lahan yang digarap masyarakat di atas wilayah kontrak karya, tetapi itu bukan merupakan status hak milik. Maka dari itu konsekuensinya pemberian ganti rugi.

“Kami adalah masyarakat pribumi yang lebih dulu mendiami bumi Halmahera timur, bagi kami alam adalah bentuk investasi jangka panjang untuk anak cucu kami. Maka dari itu kedatangan perusahaan atas eksploitasi pertambangan merupakan pengaruh besar terhadap rung hidup dan lajunya pertumbuhan ekonomi masyarakat Halmahera timur terutama masyarakat wasile selatan,” ujar Arshyl.

Halaman: 1 2 3

CLOSE