Desa Membangun Negeri
Rabu, 9 Sep 2020 15:33 WIB

Sanksi Denda Pelanggar Protokoler Kesehatan di Tegal Didukung 24,5 % Responden

Reporter :  Iman Raharso - Kab. Tegal, Jawa Tengah
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

TEGAL, metro7.co.id – Kekhawatiran masyarakat tertular Covid-19 semakin meningkat seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi corona di tengah upaya pelonggaran pembatasan sosial. Protokol kesehatan masih diyakini publik mampu mencegah penularan virus meski dalam praktiknya tidak semua menerapkan.

Baru-baru ini, saat digelarnya rapat koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal di Ruang Rapat Bupati, Kamis (03/09/2020) lalu. Bupati Tegal, Umi Azizah mengatakan bahwa dari hasil jajak pendapat Humas Pemkab Tegal, sebanyak 24,5 persen dari 477 responden mengatakan sanksi denda dinilai paling tepat untuk mendisiplinkan warga pelanggar protokol kesehatan di luar rumah, meskipun 37,3 persennya lebih mendukung sanksi sosial berupa pembersihan fasilitas publik.

Sementara itu, untuk sanksi teguran lisan dipilih oleh 16,8 persen responden, disusul sanksi menyanyikan lagu-lagu nasional atau melafalkan sila Pancasila oleh 9,2 persen responden dan sanksi olahraga fisik seperti push up didukung oleh 8,4 persen responden serta 4 persen menjawab tidak tahu.

Umi menilai, gambaran hasil jajak pendapat tersebut setidaknya bisa menjadi referensi pembahasan rencana pemberlakuan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Tegal sebagaimana amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. “Sebagaimana instruksi bapak Presiden, penegakan hukum bagi pelanggar protokol harus diterapkan, termasuk pengenaan sanksi denda di dalamnya sebagai tindakan negara untuk mendisiplinkan warganya, mencegah agar penularan Covid-19 tidak meluas,” ungkapnya.

Halaman: 1 2 3

CLOSE