Desa Membangun Negeri
Kamis, 10 Sep 2020 10:19 WIB

Sekdes Cepokorejo Belum Ditahan, Puluhan Warga Datangi Mapolres Tuban

Reporter :  M. Yasin Yusuf - Kab. Tuban, Jawa Timur
Editor :  Koran Metro7

 

TUBAN, metro7.co.id – Merasa kecewa belum ditahannya Susilo Hadi Utomo, Sekdes Cepokorejo yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyedik Satreskrim Polres Tuban pada tanggal 18/8/2020 atas dugaan penggelapan BPNT, warga Desa Cepokorejo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban datangi Mapolres, Rabu (9/9/2020) pukul 14.15 WIB.

Kedatangan kisaran 60 an warga tersebut untuk menayakan perkembangan kasus, sekaligus juga menyampaikan harapannya kepada aparat penegak hukum. Akan tetapi, karena mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sehingga puluhan warga yang lain tidak diperkenankan masuk Mapolres, dan hanya 10 warga yang diizinkan.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, perwakilan dari Polres Tuban, Kompol Budi Santoso Kabag Operasional, KBO Satreskrim, Kanit Tipikor, dan anggota Satreskrim Polres Tuban. Sementara dari warga diwakili oleh masyarakat yang mengatasnamakan Forum Keadilan Cepokorejo (FKC) dengan didampingi Pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Tuban.

Juru bicara perwakilan warga Cepokorejo, Eko Purnomo menyampaikan 5 poin tuntutan masyarakat kepada Polres Tuban.

“Saya mewakili warga Cepokorejo, yang pertama agar Sekdes segera ditahan karena sudah dinyatakan sebagai tersangka. Kedua, Perlindungan hukum kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang telah dilaporkan balik. Ketiga, Kenapa kasus di Cepokorejo ini adalah kasus penggelapan, harusnya korupsi. Keempat, Proses hukum harus dilakukan seadil-adilnya dan transparan. Kelima, Kezaliman kepada warga miskin harus dihukum sebesar-besarnya,” ucapnya.

Halaman: 1 2 3

CLOSE