oleh

Serikat Pekerja KEP Alihkan “Demo” ke Ponpes Kambitin

TANJUNG – Setelah menunda demo besar-besaran di DPRD Tabalong, Senin (23/3) kemarin, Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (SP KEP) menyasar Pondok Pesantren Kambitin.

Rombongan yang dikomando Sekretaris SP KEP, Erlina Effendi Ilas membawa sedikitnya seribu paket pakan berupa kue basah dan kering.

“Kami menunda demo penolakan atas RUU Omnibuslaw Cilaka, demi memutus mata rantai wabah corona. Penundaan ini setelah kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pihak keamanan,” jelas Erlina Effendi Ilas.

Menurut Erlina, pihaknya lebih memilih menunda aksi yang semula akan diikuti oleh seribu massa pekerja dengan pertimbangan empati dan etika publik.

“Kami prihatin akan musibah Corona ini. Dengan penundaan demo, tentunya dapat membantu dalam menghambat peredaran virus Corona. Kami berempati dengan masalah ini, sama halnya kami juga berempati dengan RUU Omnibuslaw Cilaka yang merugikan rakyat Indonesia,” jelasnya.

Namun demikian aksi kebaikan tak boleh berakhir kesia-sian. SP KEP kemudian memobilisasi logistik pangan persiapan demo itu untuk disumbangkan kepada pihak pondok pesantren.

“Semua kejadian itu pasti beserta hikmahnya. Hikmah atas ditundanya demo penolakan omnibus law yg direncanakan hari ini, adalah SP KEP dapat berbagi kebahagian dengan pihak lainnya. Kami meyakini gak ada kebaikan dibalik apapun keadaannya,” tambah Yadi, ketua PUK SIS yang turun langsung untuk menyapa para santri Kambitin.

Yadi, karyawan PT SIS ini tampak bersemangat mengalihkan bahan logistik untuk menjadi manfaat lebih bagi pihak lainnya. Yadi, tampak tidak hanya piawai mengomando serikat pekerja di PT SIS tapi juga piawai dalam program kemasyarakatan lainnya.

“Saya berharap DPC SP KEP Tabalong dapat mengadakan rutin oleh tim berbagi SP KEP dlm program Solidarity Forevernya,” tutup Sekretaris SP KEP.

Seperti diketahui, SP KEP, Senin 23 Maret 2020 berencana menggelar aksi massa di halaman DPRD Tabalong. Mereka sudah mendapatkan izin keamanan dari pihak kepolisian dengan menurunkan 1.500 massa. (metro7/ris)