oleh

Sertifikasi Tanah di Kantor ATR/BPN Tanah Bumbu Dikeluhkan, Bertele-tele Pemohon Diberi Harapan Palsu

TANAH BUMBU – Masyarakat mengeluhkan proses sertifikasi tanah oleh Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tanah Bumbu.

Sudah diurus bertahun-tahun, sertifikat tak kunjung terbit, Pemerintah daerah diharap mengawasi proses penerbitan sertifikat hak atas tanah oleh ATR/BPN Tanah Bumbu

Fathurrahman, pria warga Kecamatan Simpang Empat, mengaku untuk mengurus satu sertifikasi tanah sudah hampir dua puluh kali lebih bolak-balik kekantor ATR/BPN Tanah Bumbu. Pengurusan sertifikat menurut dia bertele-tele dan pemohon selalu diberi harapan palsu.

“Padahal, semua persyaratan sudah lengkap, banyak sekali alasan petugasnya.Tunggu sebulan lagi katanya, bulan berikutnya, begitu juga, padahal saya mendaftar sudah mulai dari tahun 2017 lalu sampai sekarang tahun 2020 belum terbit juga sertifikat. Ungkapnya, Rabu (15/01/2020).

Pria yang akrab disapa Fathur ini berharap pemerintah, terutama Pemkab Tanah Bumbu, mengawasi problema seputar pengurusan sertifikat tanah di Kabupaten Tanah Bumbu ini.

Ditempat terpisah, Kritikan juga datang dari Sekretaris Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Said Ismail Al-Idrus, dia sangat menyayangkan perihal pelayanan yang diberikan ATR/BPN Tanah Bumbu kepada masyarakat.

Dia menilai keterlambatan proses pengurusan dan penerbitan sertifikat tanah yang dilakukan ATR/BPN di Tanah Bumbu menciptakan kesan buruk.

Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku pada Badan Pertanahan Nasional, untuk proses permohonan pendaftaran tanah pertama kali yang meliputi kegiatan pengukuran, pemeriksaan tanah hingga terbitnya SK Hak, dan Pendaftaran Hak (Penerbitan Sertifikat), seharusnya penyelesaiannya paling lambat 97 hari atau tiga bulan lebih.

Beberapa warga, kata Said Ismail, juga sering melaporkan dan menginformasikan perihal ini kepada dirinya.Dia sendiri pun juga pernah mengalaminya.

“Mungkin ini adalah pelayanan terburuk, yang pernah saya temui khususnya di Tanah Bumbu,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Kantor ATR/BPN Tanah Bumbu dan pejabat lainnya belum dapat di konfirmasi, menurut informasi ibu diyah dari bagian sengketa, Kepala Kantor sedang menghadiri pisah sambut Kakanwil BPN Kalsel.