oleh

Simpan Sabu Dibawah Tabung Gas, Pemuda Matabu Ditangkap Polres Bartim

TAMIANG LAYANG – Seorang warga Matabu kecamatan Dusun Timur kabupaten Barito Timur atas nama Aulia Rahman (34) ditangkap Polres Bartim karena diduga sebagai pengedar sabu – sabu diwilayahnya, Senin (7/10/2019) sekitar jam 19.30 Wib.

Dari hasil tersebut, Polres Bartim turut mengamankan barang bukti berupa 9 paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 2,68 gram, 1buah Handphone merek NOKIA warna hitam No Imei 359025095129361,1kotak rokok warna silper dan 1buah pinset.

Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy, melalui Kasat Narkoba Iptu Fery Endro P, melalui rilisnya menerangkan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terlapor sering mengedar Narkotika jenis sabu di wilayah Desa Matabu Kecamatan Dusun Timur.

Selanjutnya pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019, Anggota Satresnarkoba Polres Bartim mendapat informasi dari masyarakat bahwa terlapor akanq mengedarkan narkotika jenis sabu di Desa Matabu, berdasarkan informasi tersebut anggota Satresnarkoba Polres Barito Timur serta dibackup anggota Sat Reskrim yang di pimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Polres Barito Timur melakukan pengintaian di sekitar rumah terlapor.

Sekitar pukul 19.30 wib pada saat terlapor keluar dari rumah kemudian berangkat menuju kearah warung yang berada dipinggir jalan raya Desa Matabu.

Kemudian Satresnarkoba serta dibackup anggota Reskrim Polres Bartim langsung mengikuti terlapor dan pada saat terlapor sedang duduk di depan warung, anggota langsung mengamankan terlapor dan melakukan penggeledahan terhadap badan terlapor namun tidak ada di temukan narkotika jenis sabu.

Selanjutnya terlapor dibawa kerumah terlapor serta dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh Ketua RT setempat petugas menemukan sembilan paket yang diduga narkotika jenis sabu berada didalam kotak rokok yang disimpan di bawah tabung gas yang berada di dapur rumah terlapor.

Selanjutnya terlapor dan barang bukti dibawa ke Polres Bartim guna proses lebih lanjut.

“Yang bersangkutan kita sangkakan dengan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU NO.35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (metro7/budi).